Kamis, 4 Juni 2026

Imbas Perang Iran Vs Israel dan AS, Pakar Kebijakan Publik Unej Sebut Stok BBM Aman Tapi Harga Bisa Melonjak

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Jumat, 6 Maret 2026 | 15:29 WIB
Pengamat Kebijakan Publik Unej Hermanto Rohman. (Dok DPRD Jember)
Pengamat Kebijakan Publik Unej Hermanto Rohman. (Dok DPRD Jember)

SketsaNusantara.id – Ketegangan geopolitik yang memanas di Selat Hormuz memicu kekhawatiran mengenai stabilitas energi nasional.

Meski bayang-bayang kelangkaan menghantui publik, pakar Administrasi Negara dari Universitas Jember (UNEJ), Hermanto Rohman, membedah skenario terburuk yang mungkin terjadi: bukan hilangnya BBM dari pasar, melainkan guncangan harga.

Berdasarkan analisis historis dari konflik Irak dan Yaman, Hermanto memprediksi bahwa gangguan pada jalur distribusi yang menampung 20 persen pasokan minyak dunia tersebut akan langsung memukul instrumen ekonomi.

Baca Juga: Stok BBM Jatimbalinus Dipastikan Aman di Tengah Tensi Geopolitik Global

Skenario terburuk yang patut diwaspadai adalah kenaikan harga minyak mentah global pada kisaran 10 persen hingga 20 persen.

Kendati demikian, Hermanto menegaskan bahwa kenaikan nilai ekonomi ini tidak serta-merta berarti stok BBM di SPBU akan habis.

"Publik perlu membedakan antara penyesuaian harga dengan ketersediaan fisik. Masalah utamanya ada pada fluktuasi harga, bukan hilangnya barang," jelasnya.

Baca Juga: Pemkab Jember Terus Pastikan Stok BBM Aman, Masyarakat Diminta Tidak Panik

Salah satu pemicu panic buying di tengah masyarakat adalah kesalahpahaman terhadap istilah teknis Ketahanan Stok 21 Hari milik Pertamina.

Hermanto menjelaskan bahwa angka tersebut bukanlah hitung mundur menuju kelangkaan, melainkan indikator kapasitas tangki jika tidak ada suplai masuk sama sekali.

“Dipastikan, produksi kilang domestik dan distribusi berjalan nonstop setiap hari. Selain itu, tangki penyimpanan selalu terisi ulang secara otomatis melalui sistem distribusi yang sudah teruji,” imbuhnya.

Baca Juga: Jamin Stabilitas Harga saat Ramadan, Pemkab Jember Gelar Operasi Pasar

Mengapa Indonesia tidak akan mengalami kelumpuhan total meski Selat Hormuz bergejolak? Kuncinya ada pada diversifikasi vendor.

“Saat ini, bahan baku minyak (crude oil) Indonesia tidak lagi menaruh semua telur dalam satu keranjang (pasokan minyak bumi) di Timur Tengah,” paparnya.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X