Minggu, 19 Juli 2026

Driver MBG dan Siswi SD di Cianjur Jadi Sorotan, Konten Dinilai Tak Pantas

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 5 Maret 2026 | 21:30 WIB
Ilustrasi SD. (Pixabay/WOKANDAP)
Ilustrasi SD. (Pixabay/WOKANDAP)

SketsaNusantara.id - Konten video yang diunggah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palasari Cianjur, Jawa Barat, menjadi perbincangan luas di media sosial. Video tersebut menampilkan sopir mobil Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama seorang siswi sekolah dasar.

Dalam rekaman itu, sang sopir dan siswi terlihat berpose membentuk tanda hati. Beberapa siswi lain tampak berdiri di depan mobil dengan ekspresi antusias.

Keterangan dalam unggahan itu berbunyi, “POV: Driver jadi idolanya anak-anak. Aduh driver mimin banyak yang incer nih,” tulis keterangan pada unggahan tersebut.

Baca Juga: Heboh MBG di MIN Ngali Bima Dibuang ke Sampah karena Diduga Basi, Ini Penjelasan Resmi SPPG Belo yang Bikin Publik Bertanya

Video tersebut kemudian dikomentari oleh influencer Sadam Permana. Ia menilai konten tersebut sebagai gimmick yang tidak layak ditampilkan.

Melalui akun Instagram @sadampermana.w pada Kamis, 5 Februari 2026, Sadam menyampaikan tanggapannya. Ia menyoroti perbedaan usia antara anak sekolah dasar dan orang dewasa dalam video tersebut.

“Itu anak SD loh, masih di bawah umur bahkan masih pakai pakaian merah putih bikin video-video gimmick dengan orang dewasa?” ujarnya dikutip dalam unggahannya.

Baca Juga: Temuan Belatung pada Puding Program MBG di Lowokwaru, Kepala SPPG Akui Kelalaian Pengolahan

Sadam juga meminta agar konten serupa tidak kembali dibuat. Ia menilai video tersebut berpotensi menimbulkan dampak yang tidak diinginkan.

Selain menyoroti isi video, Sadam mempertanyakan pengawasan sebelum konten diunggah. Ia menyinggung peran orang dewasa lain yang terlibat dalam proses produksi dan persetujuan unggahan.

Ia juga mempertanyakan peran guru dan pihak sekolah yang berada di lokasi. Unggahan Sadam tersebut telah diputar lebih dari satu juta kali.

Kolom komentar pada video Sadam dipenuhi tanggapan warganet. Sejumlah pengguna menyebut anak usia sekolah dasar sudah memasuki masa pubertas.

Beberapa komentar menyoroti kemungkinan ketertarikan anak terhadap lawan jenis. Ada pula yang mempertanyakan keputusan akun resmi mengunggah konten tersebut.

Di sisi lain, pihak SPPG Palasari Cianjur memberikan tanggapan melalui kolom komentar. Mereka menyampaikan permohonan maaf atas video yang menimbulkan ketidaknyamanan.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X