“Jika sewaktu-waktu ada kejadian seperti banjir luapan sungai Dinoyo, tim tanggap darurat PMI Jember langsung meluncur ke lokasi, tentu juga koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember,” kata Zainollah.
Selain distribusi air, relawan juga melakukan asesmen sumur warga. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui tingkat pencemaran lumpur.
Langkah lanjutan berupa normalisasi sumur akan segera dilakukan. Proses tersebut bertujuan agar air dapat dimanfaatkan kembali.
Relawan kemanusiaan disiapkan untuk membantu pembersihan dan perbaikan. Upaya ini dilakukan agar warga tidak bergantung lama pada suplai tangki.
Banjir yang melanda Dusun Krajan terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan hulu. Debit Sungai Dinoyo meningkat hingga meluap ke permukiman.
Sejumlah perabot rumah tangga dilaporkan terdampak genangan air. Warga kini mulai melakukan pembersihan secara bertahap.
Hingga saat ini, tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Fokus penanganan masih pada pemulihan akses air bersih dan sanitasi.
PMI Jember memastikan kesiapsiagaan relawan tetap terjaga. Distribusi air bersih dan normalisasi sumur menjadi prioritas utama.
Situasi di Dusun Krajan terus dipantau. Koordinasi antara PMI dan BPBD dilakukan secara berkelanjutan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Status Naik Jadi Tanggap Darurat, PMI Jember Siaga Penuh Dukung Instruksi Gus Fawait, Relawan dan Armada Dikerahkan Hadapi Banjir
PMI Jember Bergerak Masif Atasi Krisis Air, Dua Desa di Rambipuji Disasar, Ratusan Kepala Keluarga Terbantu
Stok Darah PMI Jember Melimpah Jelang Ramadhan 1447 H, Capai 1.700 Kantong Berkat Strategi Masif dan Suvenir Sembako
Donor Darah Usai Tarawih, PMI Jember Siapkan Ribuan Tumbler Cantik untuk Jaga Stok Darah Selama Ramadhan
KSR PMI Jember Gelar Mustang 2026, Regenerasi Kepemimpinan Demi Relawan Tangguh dan Organisasi yang Lebih Kuat