Masyarakat yang tinggal di timur Indonesia bisa melihat fase awal gerhana saat bulan terbit.
Sementara itu, masyarakat yang tinggal di wilayah. barat Indonesia akan melihat gerhana dalam kondisi sudah berlangsung (fase total atau puncak).
3. Durasi Gerhana Bulan Total
BMKG mengungkapkan, durasi Gerhana Bulan Total secara keseluruhan akan memakan waktu hingga 5 jam 41 menit 51 detik.
Durasi tersebut dimuali dari fase awal gerhana, puncak hingga akhir.
Sementara itu, untuk durasi parsialitasnya diperkirakan berlangsung selama 3 jam 27 menit 47 detik.
Sedangkan fase totalitas, di mana dalam fase tersebut bulan benar-benar berada di dalam bayangan umbra bumi, berlangsung selama 59 menit 27 detik.
Fachri menambahkan, fenomena ini akan sepenuhnya berakhir pada pukul 21.24 WIB atau tengah malam di wilayah dengan zona waktu WIT.
4. Penyebab
Gerhana Bulan Total terjadi akibat pergerakan posisi matahari, bumi dan bulan yang hanya terjadi saat fase bulan purnaha.
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama mengatakan, Gerhana Bulan Total terjadi saat posisi matahari, bumi dan bulan berada dalam satu garis sejajar.
“Hal ini membuat bulan masuk sepenuhnya ke dalam umbra bumi,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, 2 Maret 2026.
5. Tips Melihat Gerhana Bulan Total
Artikel Terkait
Pesan Paus Leo XIV di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah, Tekankan Diplomasi untuk Hentikan Perang dan Tanggung Jawab Moral demi Perdamaian Dunia
Atasi Kelumpuhan Birokrasi, DPMD Jember Dorong Pemdes Patemon Terbitkan Perkades APBDes
Geger! Warga Temukan Benda-Benda Mencurigakan Diduga Sarana Ritual di Pantai Watu Ulo Jember
Berpulang di Usia 90 Tahun, Terungkap Peran Penting Try Sutrisno di Balik Reformasi 1998
Data 22 Ribu Penerima Insentif Guru Ngaji Hampir Rampung, Legislator PDI Perjuangan Dorong Segera Pencairannya
MUI Mengecam Serangan Israel-AS ke Iran yang Dinilai sebagai Pelanggaran Hukum Internasional, Desak Indonesia Keluar Board of Peace demi Kemanusiaan