Minggu, 19 Juli 2026

6 Fakta Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026: Penyebab, Lokasi untuk Melihat hingga Imbauan dari Kementerian Agama

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Selasa, 3 Maret 2026 | 11:00 WIB
BMKG ungkap deretan fakta terkait Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 (Dok. BMKG)
BMKG ungkap deretan fakta terkait Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 (Dok. BMKG)

SketsaNusantara.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan masyarakat Indonesia bisa melihat fenomena Gerhana Bulan Total yang akan berlangsung pada 3 Maret 2026.

Dalam keterangan resminya, BMKG menyebutkan, fenomena alam ini bisa dilihat secara langsung dari berbagai wilayah di Indonesia.

Ini bukanlah kali pertama masyarakat Indonesia bisa mengamati langsung fenomena alam langka tersebut.

Gerhana Bulan Total juga sebelumnya pernah terjadi dan dapat disaksikan di Indonesia pada tahun beberapa tahun belakangan.

Fenomena Gerhana Bulan Total (GBT) kali ini cukup istimewa karena terjadi saat bulan suci Ramadhan.

Lantas jam berapa masyarakat Indonesia bisa melihat Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026? Berikut waktu, lokasi hingga deretan fakta lainnya terkait Gerhana Bulan Total tanggal 3 Maret 2026.

Baca Juga: Tata Cara Sholat Gerhana Bulan Sendiri di Rumah, Lengkap Niat, Bacaan, dan Urutannya

1. Puncak Gerhana Bulan Total

Berdasarkan data BMKG, Gerhana Bulan Total akan terjadi pada Selasa petang, 3 Maret 2026 mulai pukul 18.03 WIB.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu, Fachri Radjab mengungkapkan kapan puncak Gerhana Bulan Total di Indonesia.

“Puncak Gerhana Bulan akan terjadi pada pukul 18.33.39 WIB, 19.33.39 WITA dan 20.33.39 WIT,” ungkapnya dalam keterangan resmi BMKG.

Baca Juga: Jangan Lewatkan Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 di Indonesia, Berikut ini Jam Puncak, Fase Lengkap, dan Cara Menontonnya 

2. Lokasi Melihat Gerhana Bulan Total

BMKG menyatakan, seluruh masyarakat Indonesia bisa melihat fenomena Gerhana Bulan Total tanggal 3 Maret 2026.

Kendati demikian, BMKG menambahkan, pengamatan di wilayah timur Indonesia memiliki visibilitas yang lebih baik.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: Kemenag, BMKG

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X