Kamis, 4 Juni 2026

Rieke Diah Pitaloka dan Sejumlah Publik Figur Indonesia Berduka atas Kematian Ali Khamenei, Unggahan Terakhir Pemimpin Tertinggi Iran Dibanjiri Doa

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Minggu, 1 Maret 2026 | 18:08 WIB
Sejumlah publik figur Indonesia, termasuk Rieke Diah Pitaloka turut berduka atas kepergian Ayatollah Ali Khamenei yang wafat pasca serangan Israel-AS ke Iran (Instagram/syaharali)
Sejumlah publik figur Indonesia, termasuk Rieke Diah Pitaloka turut berduka atas kepergian Ayatollah Ali Khamenei yang wafat pasca serangan Israel-AS ke Iran (Instagram/syaharali)

Lahir di Mashhad pada 19 April 1939, Ali Khamenei dikenal sebagai sosok ulama dan pemimpin Republik Islam Iran yang menempuh pendidikan agama sejak usia dini.

Ia belajar di berbagai sekolah teologi dan berada di bawah bimbingan sejumlah ulama besar sebelum akhirnya menduduki posisi tertinggi dalam struktur pemerintahan Iran.

Ali Khamenei adalah Supreme Leader atau Pemimpin Tertinggi Iran yang menjabat sejak tahun 1989. Sebagai kepala negara dan panglima tertinggi militer, ia memegang otoritas absolut atas kebijakan negara, militer (termasuk IRGC), dan peradilan, serta merupakan otoritas spiritual utama di Iran.

Baca Juga: Sempat Dibantah, Militer Iran Konfirmasi Kematian Khamenei, Citra Satelit Kediaman Pemimpin Agung yang Luluh Lantak Pasca Serangan Israel Jadi Sorotan 

Di tengah eskalasi konflik yang kian memanas, unggahan terakhir Khamenei di platform X (dulu Twitter) juga sempat ramai jadi sorotan publik.

Dalam unggahannya, Khamenei sempat mengutip ayat Al-Qur'an dari Surat Al-Ahzab ayat 23 yang seolah menjadi pesan terakhirnya sebelum wafat.

"Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Maka di antara mereka ada yang telah menunaikan janjinya (gugur sebagai syahid), dan di antara mereka ada yang menunggu (gilirannya) dan mereka tidak mengubah (janjinya) sedikit pun (QS 33:23)," tulis dalam unggahan di akun X @khamenei_ir yang diunggah hari Sabtu, 28 Februari 2026.

Serangan yang menewaskan Khamenei disebut sebagai bagian dari operasi militer besar di bawah pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Operasi tersebut diklaim bertujuan menciptakan perdamaian di Timur Tengah yang memicu ketegangan baru hingga mendapat respons balasan dari Iran. 

Iran tak tinggal diam dengan membalas serangan ke Tel Aviv dan beberapa pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara Teluk termasuk di Bahrain hingga Qatar yang dianggap memfasilitasi serangan terhadap Iran.

Eskalasi konflik Timur Tengah ini pun ikut berdampak pada negara-negara lain, terlebih setelah ditutupnya Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan global.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

 

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: instagram @riekediahp, X @khamenei_ir

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X