SketsaNusantara.id - Kabar duka menyelimuti wilayah Kedungmiri, Kasepuhan, Batang, setelah tiga remaja perempuan dilaporkan meninggal dunia akibat tertabrak kereta api di perlintasan rel pada Sabtu pagi, 21 Februari 2026.
Informasi ini mencuat dari unggahan akun X Info Jateng @Jateng_Twit yang menuliskan laporan peristiwa tersebut sebagai BREAKING NEWS.
Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan akun tersebut menyebutkan secara lugas, 3 orang remaja berjenis kelamin perempuan, tewas mengenaskan akibat tersambar kereta api di perlintasan wilayah Kedungmiri Kasepuhan Batang.
Baca Juga: Guru Besar UI Soroti Perbedaan Sikap Netizen Korea di Tengah Perseteruan SEAblings vs Knetz, Ingatkan Asia Tenggara sebagai 'Tulang Punggung' Global
Informasi ini pun langsung menyita perhatian publik karena kronologi kejadian yang memilukan.
Berdasarkan keterangan yang dibagikan, dua korban ditemukan di sekitar lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya terseret hingga 3 kilometer.
Jarak yang cukup jauh ini menunjukkan kerasnya benturan serta laju kereta saat peristiwa nahas itu terjadi.
Unggahan tersebut juga menyebutkan bahwa menurut saksi mata, ketiga korban awalnya bersama puluhan muda-mudi lainnya tengah beraktivitas di perlintasan kereta, usai sahur.
Informasi ini pun langsung menyita perhatian publik karena kronologi kejadian yang memilukan.
Berdasarkan keterangan yang dibagikan, dua korban ditemukan di sekitar lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya terseret hingga 3 kilometer.
Jarak yang cukup jauh ini menunjukkan kerasnya benturan serta laju kereta saat peristiwa nahas itu terjadi.
Unggahan tersebut juga menyebutkan bahwa menurut saksi mata, ketiga korban awalnya bersama puluhan muda-mudi lainnya tengah beraktivitas di perlintasan kereta, usai sahur.
Baca Juga: Viral! Tepung Beras Putih Rose Brand Ternyata Ada Dua Versi, Ini Perbedaan Teksturnya
Lebih lanjut dijelaskan, ketiga korban diketahui tengah fokus merekam video kereta dari arah barat ke timur.
Aktivitas tersebut diduga menjadi salah satu faktor utama yang membuat para korban tidak menyadari datangnya kereta dari arah berlawanan.
Dalam keterangan lanjutan disebutkan, dari arah timur di lokasi para korban berdiri, juga melintas kereta ke arah barat dan langsung menyambar ke tiga korban.
Situasi ini memperlihatkan adanya dua jalur aktif yang dilintasi kereta dari arah berbeda dalam waktu berdekatan.
Lebih lanjut dijelaskan, ketiga korban diketahui tengah fokus merekam video kereta dari arah barat ke timur.
Aktivitas tersebut diduga menjadi salah satu faktor utama yang membuat para korban tidak menyadari datangnya kereta dari arah berlawanan.
Dalam keterangan lanjutan disebutkan, dari arah timur di lokasi para korban berdiri, juga melintas kereta ke arah barat dan langsung menyambar ke tiga korban.
Situasi ini memperlihatkan adanya dua jalur aktif yang dilintasi kereta dari arah berbeda dalam waktu berdekatan.
Baca Juga: Hukuman Mati ABK Fandi di Depan Mata, Hotman Paris Kirim Pesan Terbuka Minta Tolong ke Presiden Prabowo
Peristiwa tragis tersebut menimbulkan duka mendalam, terutama mengingat usia para korban yang masih sangat muda.
Disebutkan dalam unggahan bahwa ketiga korban diperkirakan berusia 13 hingga 16 tahun dan berjenis kelamin perempuan saat ini disemayamkan di kamar jenazah RSUD Kalisari Batang.
Usia belasan tahun menjadi catatan penting dalam peristiwa ini, sekaligus pengingat akan pentingnya edukasi keselamatan di area perlintasan rel kereta api.
Hingga informasi itu diturunkan, pihak kepolisian setempat disebut belum dapat memberikan keterangan resmi.
Artinya, proses identifikasi serta pengumpulan data masih berlangsung saat kabar ini pertama kali beredar.***
Peristiwa tragis tersebut menimbulkan duka mendalam, terutama mengingat usia para korban yang masih sangat muda.
Disebutkan dalam unggahan bahwa ketiga korban diperkirakan berusia 13 hingga 16 tahun dan berjenis kelamin perempuan saat ini disemayamkan di kamar jenazah RSUD Kalisari Batang.
Usia belasan tahun menjadi catatan penting dalam peristiwa ini, sekaligus pengingat akan pentingnya edukasi keselamatan di area perlintasan rel kereta api.
Hingga informasi itu diturunkan, pihak kepolisian setempat disebut belum dapat memberikan keterangan resmi.
Artinya, proses identifikasi serta pengumpulan data masih berlangsung saat kabar ini pertama kali beredar.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Satu Tahun Pimpin Jember, Bupati Gus Fawait Tekan Pedal Gas untuk Transformasi Ekonomi 2026
Fantastis! Segini Harta Kekayaan Said Abdullah, Ketua Banggar DPR RI Ramai Disorot Usai Bagikan Uang ke Jemaah Tarawih di Sumenep Selama Bulan Ramadan
Polemik Paspor Anak WNA, LPDP Klarifikasi Status Hukum Dwi Sasetyaningtyas sebagai Alumni
Usai Disorot Publik, Alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas Klarifikasi Pernyataan soal WNI
Kejagung Akhirnya Ungkap Alasan Tuntut Mati Fandi, ABK Kapal Penyelundup 1,9 Ton Sabu: Mereka Mengetahui...