SketsaNusantara.id - Kontroversi yang menyeret nama Dwi Sasetyaningtyas, alumni beasiswa LPDP sekaligus pendiri Sustaination, memasuki babak baru.
Setelah kritik tajam mengenai etika nasionalisme, kini jagat maya diramaikan dengan gerakan netizen terhadap pemerintah Inggris.
Netizen mendesak pihak otoritas Inggris untuk meninjau kembali atau membatalkan status kewarganegaraan yang diberikan kepada anak kedua Tyas.
"Tugas baru INETZ. Stlh Sukses Rontokkan Ekonomi Pariwisata Korea. Sekarang Golkan untuk Pemerintahan Inggris MEMBATALKAN Status Passport anak si MUNAFIK TA*K ini. Dia dan lakinya udah dibiayain Negara untuk sekolah. Dia pulak yang Frustasi! LPDP JALUH ORANG DALAM AJA BACOTMU SOMBONG," tulis akun X @Dyananjani89.
Rupanya cuitan desakan agar otoritas Inggris membatalkan status kewarganegaraan anak kedua Dwi Sasetyaningtyas mendapatkan cukup banyak respon dari warga X.
"Enak aja dikuliahin gratis sampe biaya hidup dibiayain pake duit negara dan rakyat, tapi dia sendiri membenci indentitas kebangsaan negaranya sendiri. Ngga sudi aku duit pajak yg tiap tahun ku bayar utk nyekolahin pengkh*anat kayak gini," tulis @pan***.
Kemarahan netizen dipicu oleh unggahan Tyas yang dianggap merendahkan paspor Indonesia dengan kalimat, 'Cukup aku saja yang WNI, anak-anakku jangan'.
Unggahan tersebut viral dan memicu sentimen negatif, terutama karena pendidikan Tyas di Belanda sebelumnya didanai penuh oleh pajak masyarakat Indonesia melalui skema LPDP.
Netizen di platform X dan Instagram mulai menandai akun resmi Home Office (Kementerian Dalam Negeri Inggris) dan UK Visas and Immigration.
Mereka menyuarakan keberatan dengan berbagai argumen, antara lain ketidakjujuran niat, beberapa netizen menuding adanya pemanfaatan celah hukum untuk mendapatkan status warga negara bagi anak, sementara orang tuanya terikat kewajiban pengabdian kepada negara asal.
Netizen berargumen bahwa fasilitas yang didapat dari dana publik Indonesia tidak seharusnya digunakan sebagai batu loncatan untuk "meninggalkan" identitas nasional demi paspor negara lain.
Artikel Terkait
Sederet Lukisan Karya SBY yang Bernilai Tinggi, Ada 'God's Plan' yang Didonasikan untuk Sumatera hingga 'Kuda Api' yang Laku 6,5 M
Detik-Detik Tim SAR Evakuasi Pendaki yang Sempat Hilang di Jalur Kawah Ijen, Muhammad Dzikri Maulana Ditemukan Selamat, Begini Kondisinya
Detik-Detik Truk Fuso Tabrak Dua Mobil dan Tiang PJU di Kota Batu, Satu Orang Tewas di Lokasi
5 Fakta Kecelakaan Pesawat Pelita Air yang Jatuh di Nunukan Kaltara saat Mengangkut BBM untuk Masyarakat Pedalaman Krayan, Begini Kronologinya
Nasaruddin Umar Ungkap Alasan Pelaksanaan Sidang Isbat Tahun ini Digelar di Hotel: Tidak Ada Tempat Parkir...
Dramatis! Detik-detik Pendaki Asal Jember Dievakuasi dari Jalur Curam Gunung Rante Banyuwangi