SketsaNusantara.id - Bagan Gizi Nasional (BGN) berencana melakukan pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadhan akan disalurkan saat sahur bagi penerima manfaat di lingkungan pesantren.
Namun rencana skema pembagian MBG saat Bulan Ramadhan tersebut sempat ditentang Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana.
Dadan menilai bahwa penyaluran MBG saat sahur tidak memungkinkan. Menurutnya, sahur merupakan momen bersama keluarga.
Baca Juga: Diduga Dipicu Sengketa Tanah Wakaf, Puluhan Warga Rusak Bangunan Dapur MBG di Lombok Timur
"Tidak memungkinkan karena waktu libur saja kan banyak pendapat kok, 'Libur kok ke sekolah?' gitu,"
"Apalagi nanti sahur kok masa ngambil ke sekolah gitu. Jadi biasanya sahur kan momen bersama dengan keluarga," ujar Dadan, dilansir dari akun Instagram @undercover.id
Meski demikian, peluang penyaluran saat sahur tetap terbuka bagi santri di lingkungan pesantren.
Dadan menyebut, pelaksanaan program selama Ramadan nantinya akan dievaluasi untuk menentukan waktu pembagian yang paling efektif.
"Mungkin yang terbuka peluang adalah yang di pesantren,"
"Nah, nanti yang di pesantren setelah jalan mungkin bisa melakukan evaluasi apakah sebaiknya sahur atau pada saat buka," tambahnya.
Baca Juga: Dapat Rapelan MBG Sepekan Awal Ramadhan, Ibu PAUD Unboxing Paket Berisi Roti hingga Ayam Ungkep
Dadan menilai, dari sisi teknis dan kemudahan distribusi, pembagian makanan saat berbuka puasa relatif lebih sederhana dibandingkan saat sahur.
Faktor kesiapan dan keseragaman waktu bangun penerima manfaat menjadi pertimbangan utama.
Artikel Terkait
Viral Menu MBG di SDN Kampung Pajak, Siswa Dapat Telur Setengah Matang dan Tuai Sorotan
Ratusan Siswa di Sidikalang Diduga Keracunan MBG, 211 Orang Dirawat di Dua Sekolah
Viral Dugaan Apel Busuk Jadi Menu MBG di SD Negeri 39 Ampenan, Publik Soroti Pengawasan Pangan Sekolah
Masuk Bulan Ramadhan 2026, BGN Tegaskan MBG Bebas UPF dan Makanan Pedas demi Keamanan Gizi Penerima Manfaat
Detik-Detik Mobil MBG Disoraki Siswa MTs di Tenjo Bogor, Telat Datang, Anak Terpaksa Menunggu Sebelum Pulang