“Pengelolaan aset dan kewajiban yang efektif sangat krusial untuk menjaga kesehatan dan stabilitas keuangan suatu entitas. Kerangka ALM yang komprehensif dalam industri asuransi menitikberatkan pada stabilitas dan profitabilitas jangka panjang dengan menjaga likuiditas, mengelola kualitas kredit, serta memastikan ketersediaan modal operasional yang memadai,” jelas Rocky.
Ia menambahkan, ALM membantu perusahaan memastikan solvabilitas jangka panjang. Pendekatan ini juga memitigasi risiko suku bunga, likuiditas, serta fluktuasi pasar.
Melalui penyelarasan arus kas aset dan kewajiban, stabilitas keuangan dapat lebih terjaga. Strategi tersebut juga mendukung optimalisasi imbal hasil berbasis risiko secara terukur.
Forum ini diharapkan meningkatkan pemahaman praktisi mengenai prinsip dan fungsi ALM. Upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat pengelolaan investasi yang sehat dan berkelanjutan.
IFG menargetkan praktik ini mampu menjaga stabilitas keuangan perusahaan. Perlindungan dana pemegang polis dan peserta dana pensiun juga diharapkan semakin optimal.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Tren Bencana Hidrometeorologi Menguat: IFG Paparkan Fakta Penting yang Menentukan Ketahanan Finansial Warga Indonesia
IFG Gelar IFG Journalist’s Photo Journey 2026, Ajak Pewarta Foto Angkat Cerita Pelayanan Humanis dalam Kampanye Melayani Sepenuh Hati
Lolos Penilaian Ketat INSTAR dari 900 Perusahaan, IFG Diakui Konsisten Jalankan Praktik Keberlanjutan dan Bisnis Berintegritas
Libur Panjang Natal 2025-2026, IFG Pastikan Perlindungan Perjalanan dan Aktivitas Masyarakat Tetap Aman
5 Tahun Berdiri, IFG Corporate University Resmi Masuk Jajaran Corporate Learning Kelas Dunia