Setelah lantunan doa dari pemuka agama, panitia kemudian memberi aba-aba dan setelah terdengar aba-aba dimulai maka bungkusan air dalam plastik akan berhamburan di udara dibarengi gelak tawa warga dan anak-anak yang akan basah kuyup.
Meskipun terlihat seperti permainan fisik, rupanya Bajong Banyu memiliki kedalaman filosofis yang menjadi tuntunan hidup masyarakat Banjarnegoro, yakni:
1. Simbol pensucian diri secara lahir dan batin
2. Menghapus sekat sosial atau kesetaraan
3. Kegembiraan berjamaah
4. Menjaga harmoni dengan alam
Selain 4 filosofi diatas, Bajong Banyu merupakan wujud dari bentuk pelestarian budaya, bahwa tradisi ini telah menjadi agenda tahunan yang tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan, tetapi juga daya tarik wisata budaya.
Tradisi ini juga membuktikan bahwa Indonesia memiliki kekayaan cara dalam memaknai nilai-nilai religius yang dibalut dengan kearifan lokal yang unik dan penuh makna.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Download Gratis 10 Link Twibbon Ramadhan 2026 Siap Pakai! Sebarkan Syiar Islam Melalui Platform Digital
Waspada Pencurian Jelang Ramadhan! Rumah Warga Sumberpakem Dibobol Maling, Perhiasan hingga Pompa Air Raib Digondol
Awal Ramadhan 1447 H Berpotensi Berbeda, BRIN Prediksi 19 Februari 2026 dan Tunggu Sidang Isbat
Billy Syahputra hingga Raffi Ahmad Ziarah ke Makam Mpok Alpha, Nyekar sekaligus Ucap Doa Jelang Ramadhan
Tak Biasa! Inilah 5 Tradisi Terunik Menyambut Ramadhan di Nusantara, Salah Satunya Peninggalan Sunan Kudus
Jelang Ramadhan, DMI Jombang Gelar Pelatihan Standarisasi Bacaan Imam Shalat