• Keadilan Ekonomi, mempertimbangkan para pekerja lapangan, warga non-Muslim, serta ibu menyusui atau mereka yang berhalangan puasa agar tetap memiliki akses mendapatkan makanan.
• Penegakan hukum tunggal, segala bentuk pelanggaran aturan daerah hanya boleh ditindak oleh petugas resmi. Warga diminta melapor ke pihak berwajib jika menemukan pelanggaran, bukan bertindak sendiri.
Pihak MUI DKI Jakarta menyambut baik langkah Gubernur. Perwakilan MUI menyatakan bahwa esensi puasa adalah ujian kesabaran dan keikhlasan, sehingga tidak perlu dipaksakan melalui tindakan kekerasan atau intimidasi.
Meski demikian, Gubernur Pramono Anung juga mengingatkan para pengusaha rumah makan untuk tetap mematuhi seruan gubernur mengenai jam operasional dan pemasangan tirai penutup.
Sedangkan bagi kelompok yang nekat melakukan sweeping liar, aparat kepolisian telah disiagakan untuk melakukan tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku.
Selain larangan sweeping, Gubernur Pramono juga melarang sahur on the road yang berlaku sejak awal puasa.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Akui Menyesal Ceraikan Istri Demi Selingkuhan, Netizen Ungkap 4 Kontroversi Ardhito Pramono
5 Kontroversi Ardhito Pramono: Mantan Suami Jeanneta Sanfadelia Terjerumus Narkoba hingga Dugaan Selingkuh dengan Jubilee Marisa
Profil Biodata Jubilee Marisa, Musisi Muda yang Heboh Dikaitkan dengan Rumah Tangga Ardhito Pramono dan Jeanneta Sanfadelia
Kebakaran Kapuk Muara Hanguskan 485 Rumah, Gubernur Pramono Janji Penuhi Kebutuhan Pengungsi Termasuk Susu dan Kipas Angin
Pasar Taman Puring Terbakar, Gubernur Jakarta Pramono Anung Langsung Hubungi Wali Kota Jaksel: Akan Kita...
Miris, Warga Kediri Diintimidasi Usai Protes Kegiatan Sound Horeg, Foto Pribadi Disebar hingga Dikeroyok Massa, Anak Pramono Anung Kena Sentil Netizen