Kamis, 4 Juni 2026

Sebanyak 7.249 KK Terdampak Banjir di Jember, Satu Warga Dilaporkan Meninggal akibat Tersengat Listrik

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 14 Februari 2026 | 07:03 WIB
Kondisi banjir yang melanda rumah warga (Dok BPBD Jember)
Kondisi banjir yang melanda rumah warga (Dok BPBD Jember)

SketsaNusantara.idHujan dengan intensitas ekstrem yang mengguyur Kabupaten Jember sejak Kamis hingga Jumat sore, memicu banjir luapan di sejumlah titik.

Berdasar data terkini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, tercatat ada sebanyak sebanyak 7.249 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 9 kecamatan terdampak oleh bencana ini.

Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, mengonfirmasi bahwa sebaran banjir mencakup 22 desa dan kelurahan. Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Panti, Sukorambi, Rambipuji, Kalisat, Kaliwates, Bangsalsari, Ajung, Balung, dan Wuluhan.

Baca Juga: Tiga Bencana Terjadi dalam Sehari, BPBD Jember Catat Puluhan Rumah Warga Terdampak

"Dampak terbesar berada di Kecamatan Rambipuji dengan total 3.774 KK terdampak, disusul Balung sebanyak 1.581 KK, dan Wuluhan sebanyak 1.314 KK. Sisanya tersebar di beberapa kecamatan lain dengan skala yang bervariasi," ujar Edy Budi Susilo saat memberikan keterangan resmi, Jumat 13 Februari 2026 malam.

Edy menyampaikan duka mendalam atas adanya satu korban jiwa dalam peristiwa ini. Seorang warga Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, atas nama Siti Nurfadila (55), meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik saat sedang membersihkan rumahnya yang tergenang air.

Selain itu, BPBD memberikan perhatian khusus pada kelompok rentan yang berada di area terdampak.

Baca Juga: Banjir masih Rendam Puluhan Rumah Warga di Desa Mayangan Gumukmas, BPBD Jember Salurkan Bantuan

"Kami mencatat ada 74 balita, 82 lansia, dan 4 penyandang disabilitas yang masuk dalam daftar warga terdampak. Tim di lapangan telah melakukan evakuasi dan memastikan keselamatan mereka di titik-titik pengungsian sementara," tambahnya.

Mengenai kerusakan fisik, Edy menjelaskan bahwa banjir tidak hanya merendam ribuan hunian warga, tetapi juga merusak infrastruktur vital. Tercatat sedikitnya 11 unit rumah mengalami rusak ringan (RR).

Tak hanya hunian, terjangan air juga meluluhlantakkan sejumlah fasilitas publik, di antaranya 3 Jembatan Ambruk. Termasuk jembatan gantung di Sukorambi dan jembatan di Sentul, Panti.

Baca Juga: Tanamkan Budaya Siaga, Puluhan Siswa SDN Sidomulyo 03 Geruduk Kantor BPBD Jember

Selain itu, banjir juga merusak SDN Gumelar 02, satu unit TK, satu unit TPQ, dan satu sekolah dasar lainnya turut terendam, satu masjid dilaporkan ambruk, sementara satu pondok pesantren dan balai desa terendam air.

Saat ini, meskipun air di sejumlah wilayah telah surut total, BPBD Jember bersama TNI, Polri, Basarnas, dan relawan tetap bersiaga. Fokus utama saat ini beralih pada pembersihan sisa lumpur dan pendistribusian logistik.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X