SketsaNusantara.id – Hujan dengan intensitas ekstrem yang mengguyur Kabupaten Jember sejak Kamis hingga Jumat sore, memicu banjir luapan di sejumlah titik.
Berdasar data terkini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, tercatat ada sebanyak sebanyak 7.249 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 9 kecamatan terdampak oleh bencana ini.
Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, mengonfirmasi bahwa sebaran banjir mencakup 22 desa dan kelurahan. Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Panti, Sukorambi, Rambipuji, Kalisat, Kaliwates, Bangsalsari, Ajung, Balung, dan Wuluhan.
Baca Juga: Tiga Bencana Terjadi dalam Sehari, BPBD Jember Catat Puluhan Rumah Warga Terdampak
"Dampak terbesar berada di Kecamatan Rambipuji dengan total 3.774 KK terdampak, disusul Balung sebanyak 1.581 KK, dan Wuluhan sebanyak 1.314 KK. Sisanya tersebar di beberapa kecamatan lain dengan skala yang bervariasi," ujar Edy Budi Susilo saat memberikan keterangan resmi, Jumat 13 Februari 2026 malam.
Edy menyampaikan duka mendalam atas adanya satu korban jiwa dalam peristiwa ini. Seorang warga Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, atas nama Siti Nurfadila (55), meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik saat sedang membersihkan rumahnya yang tergenang air.
Selain itu, BPBD memberikan perhatian khusus pada kelompok rentan yang berada di area terdampak.
Baca Juga: Banjir masih Rendam Puluhan Rumah Warga di Desa Mayangan Gumukmas, BPBD Jember Salurkan Bantuan
"Kami mencatat ada 74 balita, 82 lansia, dan 4 penyandang disabilitas yang masuk dalam daftar warga terdampak. Tim di lapangan telah melakukan evakuasi dan memastikan keselamatan mereka di titik-titik pengungsian sementara," tambahnya.
Mengenai kerusakan fisik, Edy menjelaskan bahwa banjir tidak hanya merendam ribuan hunian warga, tetapi juga merusak infrastruktur vital. Tercatat sedikitnya 11 unit rumah mengalami rusak ringan (RR).
Tak hanya hunian, terjangan air juga meluluhlantakkan sejumlah fasilitas publik, di antaranya 3 Jembatan Ambruk. Termasuk jembatan gantung di Sukorambi dan jembatan di Sentul, Panti.
Baca Juga: Tanamkan Budaya Siaga, Puluhan Siswa SDN Sidomulyo 03 Geruduk Kantor BPBD Jember
Selain itu, banjir juga merusak SDN Gumelar 02, satu unit TK, satu unit TPQ, dan satu sekolah dasar lainnya turut terendam, satu masjid dilaporkan ambruk, sementara satu pondok pesantren dan balai desa terendam air.
Saat ini, meskipun air di sejumlah wilayah telah surut total, BPBD Jember bersama TNI, Polri, Basarnas, dan relawan tetap bersiaga. Fokus utama saat ini beralih pada pembersihan sisa lumpur dan pendistribusian logistik.
Artikel Terkait
Libur Panjang Isra Mi’raj, BPBD Jember Perketat Pengamanan di Destinasi Wisata
Akses Jalan Desa Sukoreno Terhambat Longsor, BPBD Jember Targetkan Pembersihan Batu Besar Rampung Pekan Ini
BPBD Jember Bergerak Cepat Evakuasi Mobil Operasional yang Terperosok Akibat Longsor
Perkuat Sinergi Relawan, BPBD Jember Resmikan Posko Siaga Bencana
Satu Rumah Roboh dan Penghuni Terluka di Arjasa, BPBD Jember Bakal Beri Bantuan Material Bangunan
Dikepung Bencana dalam Sehari, BPBD Jember Terjunkan Personel ke Berbagai Wilayah
Sempat Hilang, BPBD Jember Temukan Jenazah Korban Banjir Bandang di Aliran Sungai Bedadung
Tanamkan Budaya Siaga, Puluhan Siswa SDN Sidomulyo 03 Geruduk Kantor BPBD Jember
Banjir masih Rendam Puluhan Rumah Warga di Desa Mayangan Gumukmas, BPBD Jember Salurkan Bantuan
Tiga Bencana Terjadi dalam Sehari, BPBD Jember Catat Puluhan Rumah Warga Terdampak