“Kita diberkahi sumber daya alam yang hari ini justru menjadi komoditas paling relevan di ekonomi global. Ini bukan sekadar kekayaan alam Ini adalah potensi yang besar,” kata Dany.
Ia menjelaskan, tantangan utama terletak pada instrumen pengelolaan dan tata kelola. Kualitas strategi pembangunan menjadi faktor penentu keberhasilan. Hilirisasi dipandang sebagai instrumen untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.
Melalui hilirisasi, keunggulan komparatif diubah menjadi keunggulan kompetitif. Pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin pada ekspor, tetapi juga pada terciptanya lapangan kerja berkualitas. Basis industri nasional dan ekonomi daerah turut menguat.
Dany mencontohkan pembangunan smelter oleh Grup MIND ID sebagai implementasi nyata hilirisasi. Keberadaan smelter mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Aktivitas tersebut juga menciptakan efek pengganda ekonomi di berbagai sektor pendukung.
Setiap pembangunan smelter dinilai berpotensi melahirkan belasan industri turunan. Ekosistem industri harus dirancang sejak awal agar dampaknya optimal. Pendekatan ini diharapkan mempercepat pemerataan pembangunan antarwilayah.
Melalui forum akademik di ITB, sinergi lintas sektor terus diperkuat. Dunia akademik, pemerintah, dan industri didorong membangun dialog strategis. Tujuannya untuk mewujudkan ekonomi nasional yang lebih inklusif, berdaulat, dan berkelanjutan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Komitmen Hilirisasi Dibuktikan MIND ID, Smelter Freeport Indonesia Resmi Produksi
Injeksi Bauksit Perdana SGAR, MIND ID Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Masa Depan
MIND ID Siap Ambil Peran Kunci di LME Week 2024 sebagai Penentu Harga Global
MIND ID dan Proyek Hilirisasi Jadi Penopang Dividen BUMN yang Meningkat di 2024, Target 2025 Tembus Rp 90 Triliun
100 Hari Kabinet Merah Putih, MIND ID Perkuat Hilirisasi dan Industrialisasi untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045