Kamis, 4 Juni 2026

Misteri Dewi Sri: Dari Telur Sakral hingga Jelmaan Ular Sawah, Inilah Legenda Kesuburan yang Masih Dipercaya Petani Jawa

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 12 Februari 2026 | 17:00 WIB
Ilustrasi. Mitos dan misteri Dewi Sri di Jawa dan Sunda. (Pexels/jackson dean )
Ilustrasi. Mitos dan misteri Dewi Sri di Jawa dan Sunda. (Pexels/jackson dean )

SketsaNusantara.id - Di tengah sawah yang menguning dan udara lembap pedesaan, kepercayaan tentang Dewi Sri tetap hidup.

Sosok dewi padi ini diyakini membawa kesuburan, panen melimpah, dan kemakmuran. Hingga kini, namanya masih disebut dalam berbagai ritual pertanian di Jawa, Sunda, dan Bali.

Dalam tradisi Jawa, Dewi Sri dikenal sebagai dewi padi dan dewi bumi. Masyarakat Sunda memanggilnya Nyi Pohaci atau Sang Hyang Sri.

Baca Juga: Berfungsi Sebagai Suguhan Pemujaan Dewi Sri, Inilah Fakta Mengejutkan Ketupat dan Lepet yang Tak ada Hubungannya Dengan Budaya Islam

Berbagai legenda menyebutkan, kehadirannya selalu dikaitkan dengan berkah dan kesejahteraan, sebagaimana dilansir dari buku Hikayat Bumi Jawa, terbitan Surya Media Utama tahun 2015.

Kepercayaan ini tumbuh dari cerita kelahiran Dewi Sri yang beragam. Masyarakat Jawa Barat mempercayai Dewi Sri berasal dari sebuah telur.

Telur itu menetas dan menjelma menjadi gadis cantik. Ia kemudian dikenal sebagai ibu dari segala tumbuhan di alam raya.

Baca Juga: Mitologi Dewi Sri atau Dewi Padi, Lambang Kesuburan dalam Makna Kepercayaan Masyarakat Jawa Kuno, Ada Tempat Khusus di Setiap Rumah!

Di wilayah Jawa dan Bali, kisahnya berkembang berbeda. Dewi Sri disebut sebagai jelmaan ular piton yang membantu petani.

Ular ini membasmi hama sawah, sehingga tanaman padi tumbuh subur. Dari sinilah muncul keyakinan bahwa Dewi Sri adalah pembawa kesuburan dan keberhasilan panen.

Dalam legenda Hindu Jawa, Dewi Sri dikisahkan sebagai istri Bathara Guru. Pada suatu masa, ia dikejar oleh dewa bawahan yang terpesona kecantikannya.

Karena marah, Dewi Sri mengutuk dewa tersebut menjadi babi hutan. Namun, kejaran itu tidak berhenti.

Untuk menghindari gangguan, Dewi Sri memohon berubah menjadi tanaman. Ia lalu menjelma menjadi padi di sawah.

Meski begitu, babi hutan tetap mengejar dan berubah menjadi hama. Dari kisah ini, padi dipahami sebagai anugerah yang selalu diuji oleh tantangan alam.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Hikayat Bumi Jawa, Surya Media Utama (2015)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X