“Bukan hanya tambang potensi juga ada di industri lain seperti perikanan dan lain-lain, yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal," jelasnya.
Menurut Dany, penguatan riset dan pengembangan menjadi kunci transformasi ekonomi. Anggaran riset Indonesia saat ini sekitar 0,3 persen dari PDB.
Angka tersebut dinilai belum cukup mendorong lahirnya inovasi nasional. Penguatan R&D diperlukan agar Indonesia bertransformasi menjadi pencipta teknologi.
Ia memaparkan kerangka strategi DAI yang meliputi Distinctive, Adaptive, dan Inclusive. Distinctive menekankan industrialisasi berbasis keunggulan nasional.
Adaptive diarahkan untuk merespons dinamika global, termasuk transisi energi dan integrasi kecerdasan buatan. Inclusive bertujuan membangun ekosistem industri yang melibatkan UMKM, startup, BUMN, dan perguruan tinggi.
Orkestrasi kebijakan pemerintah dinilai krusial untuk mempercepat transformasi tersebut. Sinergi lintas sektor diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dengan strategi terintegrasi, potensi nasional diharapkan mampu mengangkat Indonesia menuju pertumbuhan delapan persen secara konsisten.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
MIND ID Percepat Realisasi Proyek Strategis demi Menuju Pembangunan Masa Depan
Komitmen Hilirisasi Dibuktikan MIND ID, Smelter Freeport Indonesia Resmi Produksi
Injeksi Bauksit Perdana SGAR, MIND ID Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Masa Depan
MIND ID Siap Ambil Peran Kunci di LME Week 2024 sebagai Penentu Harga Global
MIND ID dan Proyek Hilirisasi Jadi Penopang Dividen BUMN yang Meningkat di 2024, Target 2025 Tembus Rp 90 Triliun