Kamis, 4 Juni 2026

Indonesia Masih Terjebak di Angka 5 Persen, Wadirut MIND ID Paparkan Jalan Keluar Menuju Pertumbuhan 8 Persen

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Rabu, 11 Februari 2026 | 15:48 WIB
Wakil Direktur Utama (Wadirut) Mining Industry Indonesia (MIND ID), Dany Amrul Ichdan mengatakan Indonesia harus keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah, sudah saatnya “naik kelas”. (Dok. MIND ID)
Wakil Direktur Utama (Wadirut) Mining Industry Indonesia (MIND ID), Dany Amrul Ichdan mengatakan Indonesia harus keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah, sudah saatnya “naik kelas”. (Dok. MIND ID)

SketsaNusantara.id - Indonesia dinilai perlu keluar dari jebakan pertumbuhan ekonomi di kisaran lima persen. Target pertumbuhan delapan persen dipandang realistis dengan memaksimalkan keunggulan nasional.

Dorongan tersebut disampaikan Wakil Direktur Utama Mining Industry Indonesia atau MIND ID, Dany Amrul Ichdan, dalam acara Studium Generale di Aula Barat ITB Bandung, Rabu, 11 Februari 2026.

Forum itu mengangkat tema ekonomi inklusif sebagai jalan strategis bagi Indonesia untuk naik kelas. Acara dihadiri Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar serta Rektor ITB Tatacipta Dirgantara.

Baca Juga: MIND ID Buktikan ESG Bukan Sekadar Janji: Pulihkan Alam, Hidupkan UMKM, dan Tekan Emisi Karbon Ribuan Ton

Dany menyampaikan, struktur ekonomi nasional selama ini masih bertumpu pada ekspor komoditas mentah. Kondisi itu membatasi penciptaan nilai tambah dan mempersempit kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto.

Ia menjelaskan, selama lebih dari satu dekade, pertumbuhan ekonomi Indonesia stagnan di kisaran lima persen. Situasi tersebut dinilai tidak sejalan dengan potensi sumber daya dan kapasitas nasional.

"Selama lebih dari satu dekade, ekonomi Indonesia seolah nyaman di angka 5%. Padahal, dengan modal yang kita miliki, Indonesia seharusnya mampu melompat ke tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi," kata Dany.

Baca Juga: Biodata Profil Firman Santyabudi, Anak Wapres Try Sutrisno Diangkat Jadi Direktur MIND ID, Miliki Harta Fantastis

Gagasan tersebut dirangkum dalam buku berjudul Indonesia Naik Kelas yang diluncurkan akhir 2025. Buku itu merangkum kerangka strategis pembangunan ekonomi berkualitas.

Dany menilai Indonesia memiliki keunggulan komparatif dari cadangan mineral strategis. Sumber daya seperti timah, nikel, emas, bauksit, dan batubara menempatkan Indonesia di peringkat teratas dunia.

Cadangan tersebut memiliki usia ekonomi panjang dan berpotensi besar meningkatkan penerimaan negara. Namun, potensi itu belum sepenuhnya dimaksimalkan melalui hilirisasi industri.

Kontribusi pajak dan royalti sektor tambang terhadap PDB nasional masih di kisaran sembilan hingga sepuluh persen. Angka tersebut jauh tertinggal dibanding negara maju yang mencapai tiga puluh hingga empat puluh persen.

"Angka penerimaan negara yang rendah menunjukkan bahwa kita masih menjual bahan mentah. Nilai tambah terbesar justru dinikmati di luar negeri," ujar Dany.

Selain cadangan utama, Indonesia juga memiliki peluang dari sumber daya sekunder dan limbah industri. Potensi ini dinilai mampu memperpanjang umur ekonomi sumber daya alam.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X