Kamis, 4 Juni 2026

Tragedi Bocah SD di Ngada NTT Jadi Alarm Keras, Akademisi Unair Soroti Minimnya Perhatian pada Kesehatan Mental Anak

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 7 Februari 2026 | 14:00 WIB
Ilustrasi kondisi psikologis anak, berkaca dari tragedi bocah SD di Ngada NTT yang nekat mengakhiri hidup karena tekanan ekonomi karena tak bisa membeli buku dan pena untuk sekolah (Pexels/Juan Pablo Serrano)
Ilustrasi kondisi psikologis anak, berkaca dari tragedi bocah SD di Ngada NTT yang nekat mengakhiri hidup karena tekanan ekonomi karena tak bisa membeli buku dan pena untuk sekolah (Pexels/Juan Pablo Serrano)

Berkaca dari kejadian ini, pemerintah diharapkan pemerintah bisa mengembangkan pendekatan community support system, melalui lembaga sosial lokal yang dapat memberikan dukungan psikologis dan emosional kepada anak-anak di daerah terpencil.

Dosen FISIP yang pernah menjadi konsultan UNICEF itu juga mengajak dukungan komunitas lokal, sekolah, tokoh masyarakat, serta dari pemerintah daerah untuk  bekerja bersama membangun jaringan perlindungan anak yang lebih kuat, sehingga anak-anak tidak lagi merasa sendirian dan terabaikan ketika menghadapi tekanan hidup.

Baca Juga: Cara Tercepat Berhenti Overthinking, Tips Psikologi yang Membantu Kesehatan Mental

"Lembaga sosial lokal harus lebih terlibat dalam memberikan perhatian terhadap kesehatan mental anak, menciptakan jaringan dukungan yang bisa menjangkau setiap keluarga, terutama yang berada di daerah dengan keterbatasan akses layanan pendidikan," pesannya.

Tragedi YBR menjadi pengingat bahwa isu kesehatan mental anak bukan semata persoalan individu, melainkan tanggung jawab bersama.

Diperlukan pendekatan yang berkelanjutan agar kesetaraan pendidikan anak di Indonesia benar-benar menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang hidup dalam keterbatasan di daerah tertinggal.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: unair.ac.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X