"Rasanya tiba saatnya kedok itu dibuka. Karena ini soal keberlangsungan hidup rakyat, bangsa dan negara. Hari gini masih mau pertahankan data negara yang tidak akurat? Shame on you!" pungkasnya.
Kasus YBS juga mendapat perhatian Presiden Prabowo Subianto. Ia meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem bantuan sosial dan pendidikan agar tragedi serupa tidak terulang.
Presiden juga memerintahkan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Sosial untuk segera mengevaluasi dan memperbaiki data penerima bantuan sosial (bansos) agar lebih akurat dalam menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan.
Tragedi di Ngada ini kini menjadi alarm keras bagi negara: bahwa di balik angka dan laporan, ada nyawa anak bangsa yang dipertaruhkan.
Presiden menegaskan bahwa peristiwa ini tidak boleh terulang kembali dan meminta pemerintah daerah hingga tingkat desa untuk lebih peka dalam memonitor kondisi warga yang rentan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Dimulai Hari yang Sama, Inilah 7 Perbedaan Sekolah Rakyat dengan Sekolah Umum: Mulai dari Fasilitas hingga Kurikulum Pembelajaran Berbeda?
Kisah Andra, Remaja Tanpa Ayah yang Temukan Harapan Baru Lewat Sekolah Rakyat Asuhan Prabowo Subianto
Rieke Diah Pitaloka Tanggapi Video Viral Guru yang Asyik Karaoke: Oon Ngalahin Oneng!
Peresmian 166 Sekolah Rakyat Serentak, Prabowo Tegaskan Misi Putus Rantai Kemiskinan dan Persempit Kesenjangan Akses Pendidikan
Emosional, Rieke Diah Pitaloka Soroti Kasus Child Grooming Aurelie Moeremans, Desak Negara Lebih Serius Bertindak Tangani Kasus Kekerasan Seksual
Dibahas di Forum JPP, Sekolah Rakyat Program Prabowo Dinilai Mampu Putus Mata Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan