SketsaNusantara.id – Indonesia kembali berduka, seorang anak berusia 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan tewas mengakhiri hidupnya sendiri.
Tragedi memilukan ini diduga kuat dipicu oleh rasa depresi dan malu karena keterbatasan ekonomi yang membuatnya tidak mampu membeli alat tulis untuk sekolah.
Korban, yang masih duduk di bangku sekolah dasar, ditemukan tak bernyawa oleh pihak keluarga di kediamannya dan meninggalkan surat memilukan untuk sang ibu.
Tragedi memilukan tersebut membuat Gubernur NTT Melkiades Laka Lena marah dan menyatakan tragedi ini terjadi sebagai kegagalan pemerintah menciptakan sistem perlindungan sosial bagi warganya.
"Perangkat sosial kita gagal, pemerintah kita gagal, provinsi sama dan kabupaten sama (gagal)," tegas Melkiades Laka Lena dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV.
Seiring dengan penyelidikan lebih lanjut, terungkap fakta yang mengejutkan sekaligus menyayat hati.
Baca Juga: Anak Tak Sengaja Lecetkan Mobil Orang, Ibu Ini Tak Kabur dan Tinggalkan Sepucuk Surat, Apa Isinya?
Bahwa keluarga korban, yang hidup di bawah garis kemiskinan, ternyata tidak terdaftar sebagai penerima bantuan sosial (Bansos) apapun dari pemerintah.
Meskipun kondisi rumah dan ekonomi keluarga sangat memprihatinkan, nama mereka tidak masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Hal ini membuat mereka tidak mendapatkan akses bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) maupun bantuan pendidikan seperti Program Indonesia Pintar (PIP).
Menurut keluarga, mereka mengalami kendala administrasi kependudukan sejak berpindah domisili sebab perpindahan tersebut tidak diikuti pembaruan data administrasi sehingga mereka tidak terdata sebagai penerima bantuan pemerintah.
Artikel Terkait
Viral di Medsos, Dugaan Pencurian Paket di Kalibata Jakarta Selatan Disorot karena Pelaku Diduga Beraksi Bersama Anak dan Istri
Kecelakaan Maut di Bandung, Pemotor Wanita Terlindas Truk Kontainer saat Pulang Kerja
Polisi Kediri Lakukan Terapi Energi Alam Gratis Tanpa Sentuhan, Aksi Aiptu Ony Kristiyan Ramai Dibicarakan Publik
Bedah Dokumen Tambang Emas Tumpang Pitu Banyuwangi, Peralihan IUP di Era Azwar Anas Jadi Perhatian Pegiat Anti Korupsi
Beri Kenyamanan Penumpang, Bandara Notohadinegoro Sediakan Angkutan Bus Gratis Menuju Jember Kota