Minggu, 19 Juli 2026

Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran, Mengarah ke Kali Boyong, Status Masih Siaga dan Warga Diminta Tetap Waspada

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 1 Februari 2026 | 18:39 WIB
Potret Gunung Merapi pasca erupsi. (X/merapi_uncover)
Potret Gunung Merapi pasca erupsi. (X/merapi_uncover)

SketsaNusantara.id - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali terjadi pada Minggu siang. Fenomena awan panas guguran terpantau jelas oleh pengamat gunung api. Informasi resmi disampaikan Badan Geologi.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 1 Februari 2026. Laporan awal disampaikan melalui saluran media sosial resmi. Aktivitas ini menjadi perhatian karena terjadi pada siang hari.

Badan Geologi menyampaikan peristiwa itu secara singkat dan terukur. “Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi Minggu 01/02/2026,” demikian pernyataan yang disampaikan.

Baca Juga: Desa Wisata Blue Lagoon Sleman Yogyakarta: Pemandian Alami Lereng Merapi dengan Air Jernih dan Akses Mudah dari Kota

Awan panas guguran tercatat terjadi pada pukul 13.48 WIB. Arah luncuran mengarah ke barat daya. Lokasi tujuan luncuran berada di hulu Kali Boyong.

Badan Geologi juga menyertakan data teknis kejadian tersebut. Informasi ini mencakup jarak luncur dan durasi kejadian. Data dicatat melalui alat pemantauan seismik.

“Estimasi jarak luncur 1.500 m dengan amplitudo maks 16 mm, durasi 150,98 detik mengarah ke barat daya (hulu Kali Boyong),” ujarnya.

Baca Juga: Desa Wisata Pentingsari Sleman, Pelopor Wisata Desa Lereng Merapi dengan Aktivitas Bertani, Budaya Jawa, dan Alam Sejuk

Awan panas guguran merupakan bagian dari aktivitas Merapi saat ini. Fenomena tersebut terjadi akibat runtuhan material kubah lava. Peristiwa ini lazim pada fase aktivitas tertentu.

Status aktivitas Gunung Merapi saat ini masih berada pada level III. Level ini ditetapkan sebagai status siaga. Penetapan status didasarkan pada evaluasi berkala.

Dalam status siaga, potensi bahaya masih ada. Wilayah tertentu masuk zona rawan. Masyarakat di sekitar gunung diminta mematuhi rekomendasi resmi.

Gunung Merapi merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Aktivitasnya dipantau secara intensif sepanjang waktu. Setiap perubahan dicatat secara detail.

Pemantauan dilakukan melalui pengamatan visual dan instrumen. Data seismik menjadi rujukan utama. Informasi kemudian disampaikan kepada publik.

Awan panas guguran berbeda dengan letusan eksplosif. Peristiwa ini bersifat gravitasi. Material meluncur mengikuti kontur lereng.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X