"Semua ini berkat dukungan dan kerja sama solid seluruh pihak di lingkungan Madrasah MAN 9 Jombang," ujarnya.
Didik menceritakan, persiapan kegiatan sejatinya sudah dimulai sejak awal November 2025 dengan menyusun berbagai kebutuhan teknis.
Tantangan sempat muncul di awal Desember ketika respons pendaftaran masih minim, hanya berkisar puluhan siswa.
Panitia lantas melakukan manuver strategi dengan pendekatan langsung kepada guru-guru di sekolah undangan.
Upaya tersebut membuahkan hasil signifikan hingga pendaftaran membludak melebihi target awal 300-400 siswa.
"Kami terpaksa menutup pendaftaran lebih awal karena jumlah peserta menembus angka lebih dari 500 siswa," tambah Didik.
Untuk memacu semangat, panitia menetapkan 20 siswa dengan nilai terbaik mendapatkan hadiah menarik, termasuk voucher beasiswa masuk MAN 9 Jombang.
Kepala MAN 9 Jombang, Syamsul Ma’arif menegaskan, kegiatan ini memiliki tujuan strategis bagi madrasah dan peserta.
Tujuannya adalah memberi peluang berlatih sebelum TKA sesungguhnya pada April 2026, sekaligus mengenalkan potensi MAN 9 Jombang.
"Ini adalah sarana pengenalan kepada 541 siswa perwakilan dari berbagai sekolah, khususnya di wilayah Kecamatan Tembelang," tuturnya.
Syamsul memberikan sorotan khusus terhadap penampilan kolaboratif siswa jurusan Tata Busana dan Tata Rias yang dinilainya luar biasa.
Menurutnya, momentum ini bukan sekadar simulasi ujian, melainkan ruang pembuktian kompetensi riil siswa madrasah.
Baca Juga: Menyanyikan Doa dalam Islam, Apakah Dibenarkan? Ini Pandangan Muhammadiyah!
Artikel Terkait
Ramai Isu Perombakan Kabinet Merah Putih, PDIP dan Istana Buka Suara soal Kewenangan Presiden Prabowo