Minggu, 19 Juli 2026

Apa Itu Virus Nipah? Kementerian Kesehatan Resmi Perketat Pengawasan di Bandara Internasional

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Kamis, 29 Januari 2026 | 20:23 WIB
Ilustrasi virus nipah  (X @Currentreport1)
Ilustrasi virus nipah (X @Currentreport1)

SketsaNusantara.id - Mengantisipasi lonjakan kasus virus Nipah di beberapa negara Asia Tenggara dan India, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan resmi memperketat pengawasan di bandara internasional.

Langkah ini diambil guna memastikan virus dengan tingkat kematian (fatality rate) tinggi tersebut tidak masuk ke wilayah tanah air.

Dikutip dari laman Reuters, Indonesia mulai mengoperasikan pemindai termal di bandara-bandara utamanya termasuk di pulau wisata Bali sejak Rabu, 28 Januari 2025.

Baca Juga: Viral, Pemilik Warung Ini Dicuekin Gus Miftah saat Sungkem Sambil Nangis, Netizen: Sajadah Ibu Lebih Baik

Menurut data statistik, setidaknya ada 5,89 juta wisatawan asing mengunjungi Bali tahun lalu dan banyak diantara mereka berasal dari India.

Lalu apa itu Virus Nipah? Virus nipah adalah virus zoonosis, artinya virus ini menular dari hewan ke manusia. 

Di mana inang alami virus ini adalah kelelawar buah (genus Pteropus) dan Virus ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1998 di Malaysia dan Singapura, di mana wabah tersebut menyerang peternak babi.

Penularan sendiri terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi berupa kelelawar atau babi, termasuk cairan tubuh seperti air liur atau urine.

Baca Juga: Warga Bandung Geger, Aksi Pencurian Terjadi di Parkiran Masjid Istiqomah Ujung Berung, 2 Motor Raib, Netizen: Tingkatkan Ronda Lagi

Mengonsumsi buah atau produk nira yang telah terkontaminasi air liur kelelawar yang terinfeksi atau kontak erat dengan penderita yang sudah terinfeksi, biasanya terjadi di lingkungan keluarga atau fasilitas kesehatan.

Masa inkubasi virus ini berkisar antara 4 hingga 14 hari. Gejala awalnya seringkali tidak khas dan mirip dengan flu biasa, namun bisa berkembang menjadi sangat fatal.

Gejala awal adalah demam tinggi mendadak, sakit kepala parah, nyeri otot, muntah, dan sakit tenggorokan.

Atas bahaya virus tersebut, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) di Bandara Soekarno-Hatta dan bandara internasional lainnya mulai menerapkan protokol ketat yang mengingatkan kita pada era pandemi COVID-19.

Kini diberlakukan pemeriksaan suhu tubuh (Thermal Scanner), deklarasi kesehatan elektronik dimana penumpang dari negara endemis atau negara yang sedang mengalami wabah wajib mengisi formulir riwayat perjalanan dan kesehatan sebelum mendarat.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Reuters

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X