SketsaNusantara.id – Inovasi layanan pengaduan masyarakat bertajuk Wadul Gus E yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, terbukti efektif dalam menyerap aspirasi warga.
Kehadiran kanal ini mendapat apresiasi positif, salah satunya dari Erry Budianto, seorang Ketua RT di Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates.
Erry mengungkapkan, bahwa platform ini bukan sekadar pajangan birokrasi melainkan solusi nyata bagi persoalan di lapangan.
Pengalaman pribadinya membuktikan betapa cepatnya sistem ini bekerja saat ia melaporkan adanya rumah warga yang kondisinya kritis dan nyaris ambruk.
Laporan yang dikirimkan Erry pada akhir April 2025 lalu direspons dengan sangat sigap. Hanya dalam waktu kurang dari satu minggu, tim gabungan dari perangkat desa dan Dinas Sosial (Dinsos) Jember langsung melakukan peninjauan lokasi.
"Responsnya luar biasa cepat. Hanya butuh sekitar tiga sampai empat hari setelah laporan masuk, petugas sudah tiba di lokasi untuk memverifikasi kondisi rumah tersebut," jelas Erry.
Baca Juga: Revolusi Adminduk di Jember, Bupati Gus Fawait Tinjau Pencetakan KTP di Tingkat Kecamatan
Meski terkendala aturan regulasi untuk perbaikan bangunan fisik secara langsung, pemerintah tetap menunjukkan kepedulian melalui bantuan logistik.
Karena pemilik rumah merupakan pekerja sektor informal dengan ekonomi rendah, Dinsos Jember memberikan bantuan darurat berupa perlengkapan tidur dan bahan pangan.
Pemerintah pun mendorong skema gotong royong antarwarga untuk membantu renovasi bangunan, sementara kebutuhan dasar penghuninya dijamin oleh dinas terkait. Sinergi ini dinilai sebagai langkah solutif yang menyentuh sisi kemanusiaan.
Baca Juga: Prioritaskan Pasien, Bupati Jember Gus Fawait Minta Fasilitas Puskesmas Lampaui Ruang Kerja Pejabat
Keberhasilan penanganan bantuan sosial ini memotivasi Erry untuk membawa persoalan lain ke meja audiensi pimpinan daerah. Fokus selanjutnya adalah membantu warga mendapatkan kepastian hukum terkait
Melalui kanal Wadul Gus emasyarakat Jember kini memiliki harapan baru akan pelayanan publik yang tidak hanya transparan dan cepat, tetapi juga hadir dengan pendekatan yang lebih peduli terhadap kondisi nyata di masyarakat.***
Artikel Terkait
Tak Ada Pesta Kembang Api Tahun Ini, Pemkab Jember Bakal Gelar Sholawat dan Doa Bersama untuk Acara Pergantian Tahun
Jelang Tahun Baru, Pemkab Jember Resmi Lantik 8.344 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu
Pemkab Jember Distribusikan Ratusan Gerobak UMKM, Kawasan Food Street Kartini Jadi Prioritas
Pemkab Jember Resmi Perpanjang Kerjasama dengan Maskapai Fly Jaya, Gus Fawait: Direncanakan Ada Penambahan Jadwal Penerbangan
Apresiasi Kebijakan Pemkab Jember, Wisatawan Asal Lumajang Sebut Masih Banyak yang Harus Dikembangkan
Pemkab Jember Luncurkan Program Peta Cinta, DPC PKB Jember: Ini Langkah Baik untuk Mendekatkan Pelayanan Adminduk ke Masyarakat
Sinergi Pemkab Jember dengan BKN, Bupati Gus Fawait Tegaskan Komitmen Pengangkatan PPPK
Gandeng Pemkab Jember, Kepala BKN Prof Zudan Ingatkan ASN Fokus Pastikan Kesejahteraan Rakyat
Pemkab Jember Luncurkan Gerakan 1.200 Nakes, Akhiri Ego Sektoral Demi Tekan Stunting dan AKI-AKB
Tembus 11 Ribu Aduan, Pemkab Jember Sebut Permintaan Perbaikan Jalan yang Mendominasi