Kamis, 4 Juni 2026

Pemkab Jember Luncurkan Gerakan 1.200 Nakes, Akhiri Ego Sektoral Demi Tekan Stunting dan AKI-AKB

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Senin, 26 Januari 2026 | 18:09 WIB
Bupati Jember Muhammad Fawait saat dikonfirmasi. (M Purnomo/SketsaNusantara.id)
Bupati Jember Muhammad Fawait saat dikonfirmasi. (M Purnomo/SketsaNusantara.id)



SketsaNusantara.id – Menanggapi kondisi darurat kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Jember, Bupati Gus Fawait resmi mengumpulkan 1.200 tenaga kesehatan (nakes) di GOR PKPSO Kaliwates, Senin 26 Januari 2026.

Momentum ini menandai dimulainya Gerakan 1.200 Nakes dalam program Jember Cinta Kesehatan Ibu dan Anak.

Bupati Jember Gus Fawait menekankan, bahwa tingginya angka stunting serta Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI-AKB) selama satu dekade terakhir merupakan ancaman serius bagi masa depan daerah.

Baca Juga: Revolusi Adminduk di Jember, Bupati Gus Fawait Tinjau Pencetakan KTP di Tingkat Kecamatan

"Kondisi ini dikarenakan pola penanganan yang bersifat sektoral atau berjalan masing-masing tidak lagi efektif," ujarnya saat dikonfirmasi.

​Guna memutus rantai permasalahan tersebut, Pemkab Jember kini mengadopsi sistem satu komando melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Terpadu.

"Satgas ini mengombinasikan berbagai elemen kekuatan, antara lain, tenaga medis, bidan, dan penyuluh KB," imbuhnya.

Baca Juga: Prioritaskan Pasien, Bupati Jember Gus Fawait Minta Fasilitas Puskesmas Lampaui Ruang Kerja Pejabat

Termasuk camat hingga jajaran perangkat desa, pengawas dan kepala sekolah untuk validasi data, hingga ersonel TNI dan Polri untuk penguatan di lapangan.

​Lebih lanjut, Gus Fawait menegaskan bahwa pihaknya tidak main-main dalam menetapkan target dan memproyeksikan penurunan stunting secara signifikan pada akhir tahun 2026.

Dengan ambisi menjadikan Jember sebagai daerah dengan angka stunting terendah di Jawa Timur, pada periode 2029-2030.

Baca Juga: Perkuat Birokrasi, Bupati Jember Gus Fawait Lantik 190 Pejabat: Berikan Pelayanan Prima ke Masyarakat

​Langkah ini juga dibarengi dengan mekanisme evaluasi kinerja setiap tiga bulan. Indikator utama keberhasilan para pejabat daerah, mulai dari kepala OPD hingga Camat, kini diukur dari efektivitas mereka dalam menekan angka kematian ibu-anak dan kasus stunting di wilayah masing-masing.

​Terkait aspek finansial, Gus Fawait memastikan adanya perubahan fundamental dalam pengelolaan anggaran.

"Dana kesehatan akan dikelola secara terpusat dan tepat sasaran, mengurangi pos belanja yang kurang berdampak langsung seperti seminar atau pelatihan yang berlebihan," paparnya.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X