SketsaNusantara.id - Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam Lomba Desain Logo Hari Jadi ke-271 DIY Tahun 2026.
Ajang ini dibuka sebagai bagian dari rangkaian peringatan hari jadi DIY sekaligus wadah penyaluran kreativitas masyarakat, khususnya warga, pelajar, dan mahasiswa yang berdomisili di wilayah DIY.
“Dalam rangka Peringatan Hari Jadi Ke-271 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tahun 2026, Pemerintah Daerah DIY mengundang Sedulur seluruh warga DIY dan pelajar mahasiswa di DIY untuk berpartisipasi dalam Lomba Desain Logo Hari Jadi Ke-271 DIY Tahun 2026,” tulis akun Instagram resmi @humasjogja dilansir SketsaNusantara.id.
Baca Juga: Dekat Tugu Jogja, Lupis Mbah Satinem Jadi Incaran Wisatawan karena Rasa dan Harga Bersahabat
Lomba ini terbuka secara luas dan tidak dipungut biaya. Dalam ketentuan peserta dijelaskan bahwa, peserta adalah perseorangan serta terbuka untuk seluruh warga DIY dan pelajar/mahasiswa di DIY.
Keikutsertaan peserta wajib dibuktikan dengan identitas resmi berupa KTP DIY atau kartu tanda pelajar/mahasiswa dari institusi pendidikan di wilayah DIY.
Menariknya, panitia menegaskan bahwa lomba ini bersifat gratis. Hal tersebut tercantum jelas dalam poin ketentuan yang menyatakan, peserta tidak dipungut biaya apapun (gratis).
Dengan demikian, tidak ada hambatan administratif bagi masyarakat yang ingin ikut serta selain memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
Dari sisi tema, logo yang dilombakan harus mencerminkan nilai dan filosofi Hari Jadi DIY ke-271. Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa, desain logo mencerminkan tema HUT Ke-271 DIY, yaitu Mulat Sarira Jumbuhing Laku.
Tema ini mengandung makna refleksi diri, keselarasan sikap, serta tindakan yang berpijak pada nilai-nilai luhur budaya Yogyakarta.
Lebih lanjut, dijelaskan pula bahwa tema tersebut mencakup berbagai nilai penting, mulai dari sikap mawas diri, ketajaman fokus dan ketenangan berpikir, peningkatan kesadaran dan wawasan, penguatan nilai spiritual dan filosofis.
Nilai-nilai inilah yang diharapkan dapat diwujudkan dalam bentuk visual logo yang kuat, komunikatif, dan bermakna.
Artikel Terkait
Rahasia Sop Kaki Kambing Bang Udin Jogja: Kuah Pekat, Daging Empuk, dan Cita Rasa Meledak
Sarapan Paling Dicari di Jogja: Soto Ayam Depan Stasiun Tugu, Kuahnya Bening tapi Rasanya 'Nendang'
Sop Kaki Kambing Bang Udin, Kelezatan Legendaris Jogja yang Bikin Lidah Lupa Pulang
Soto Sampah Jogja, Kuliner Unik yang Namanya Aneh tapi Rasanya Juara Sejak 1970-an
Wisata Malam Jogja yang Selalu Bersinar: Rahasia Taman Pelangi Monjali dengan Lampion Raksasa, Wahana Seru, dan Spot Kuliner dalam Satu Area
Tak Banyak yang Tahu, Muhammadiyah Lahir di Era Sultan Jogja yang Kaya Raya, Inilah Jejak Raja Jawa yang Menghubungkan Keraton hingga Gerakan Modern