Kamis, 4 Juni 2026

Mengenal Black Box: Saksi Bisu yang Akan Menjawab Misteri Jatuhnya Pesawat ATR 42 500 di Gunung Bulusaraung

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Kamis, 22 Januari 2026 | 07:30 WIB
Black Box ATR 42-500 yang batu ditemukan tim SAR gabungan  (CNN Indonesia )
Black Box ATR 42-500 yang batu ditemukan tim SAR gabungan (CNN Indonesia )

FDR berfungsi merekam parameter teknis pesawat selama penerbangan. Alat ini mencatat data setidaknya 25 jam terakhir, yang meliputi:

• Ketinggian dan kecepatan pesawat.

• Posisi kemudi dan status mesin.

• Arah angin, suhu luar, dan status autopilot.

• Kondisi bahan bakar dan tekanan udara di kabin.

2. Cockpit Voice Recorder (CVR)

CVR berfungsi merekam suara dan percakapan yang terjadi di kokpit. Data yang direkam biasanya mencakup durasi 2 jam terakhir, termasuk:

• Percakapan antara pilot dan kopilot.

•Komunikasi radio dengan pengawas lalu lintas udara (ATC).

• Suara latar seperti alarm peringatan, bunyi mesin, atau dentuman benturan.

Sebab tugasnya adalah menjaga data tetap aman dalam kecelakaan ekstrem, black box dirancang dengan spesifikasi luar biasa.

Black Box dirancang tahan panas dimana ia mampu bertahan di suhu 1.100°C selama 60 menit dan ia tetap utuh di kedalaman laut hingga 6.000 meter.

Lokasi pesawat jatuh di kedalaman air juga bisa dilacak sebab black box memiliki "pinger" yang otomatis memancarkan sinyal ultrasonik selama 30-90 hari.

Kini Black Box ATR 42-500 sudah sampai di Posko dan akan segera diserahkan pada pihak KNKT untuk mengetahui penyebab jatuhnya pesawat.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Youtube Kompas TV

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X