Minggu, 19 Juli 2026

Kekhawatiran SBY Soroti Kondisi Dunia Saat Ini dalam Keadaan Genting, Perang Dunia III Sangat Mungkin Terjadi! Begini Penjelasannya

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Senin, 19 Januari 2026 | 18:45 WIB
Potret SBY soroti kondisi dunia saat ini yang menyerupai Perang Dunia 1 dan 2, hingga memunculkan kekhawatiran terjadinya perang dunia 3 (X/SBYudhoyono )
Potret SBY soroti kondisi dunia saat ini yang menyerupai Perang Dunia 1 dan 2, hingga memunculkan kekhawatiran terjadinya perang dunia 3 (X/SBYudhoyono )

Ia bahkan menyinggung ancaman penggunaan senjata nuklir yang bisa membawa kehancuran total umat manusia, sebuah mimpi buruk yang diharapkan tidak pernah terjadi di kemudian hari.

"Meskipun sejarah mencatat sudah ada tanda-tanda nyata bakal terjadinya perang besar, tetapi sepertinya kesadaran, kepedulian, dan langkah nyata untuk mencegah peperangan itu tidak terjadi. Mengapa?" ujarnya.

"Mungkin bangsa-bangsa sedunia tidak peduli, atau tidak berdaya, atau mungkin tidak mampu untuk mencegahnya," tandasnya.

Baca Juga: Anies Baswedan Kecam Invasi Militer AS ke Venezuela yang Berpotensi Mengancam Stabilitas Global, Dino Patti Djalal: Ujian bagi Polugri Indonesia

Kekhawatiran SBY bukan tanpa alasan. Dunia saat ini memang tengah dihadapkan pada sejumlah ketegangan geopolitik yang mengkhawatirkan.

Pada 3 Januari 2026, Amerika Serikat melakukan operasi militer yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Langkah ini menuai protes internasional dan dikecam sebagai pelanggaran kedaulatan negara, karena AS mengambil alih negara tersebut termasuk mengelola sumber daya alam Venezuela yang tercatat memiliki cadangan minyak terbesar di dunia.

Tak lama setelah serangan terhadap Venezuela, Korea Utara meluncurkan beberapa rudal balistik.

Mengutip dari Reuters, langkah ini makin mempertegang situasi geopolitik di kawasan Asia Timur sekaligus menjadi reaksi keras terhadap operasi militer AS yang dianggap melanggar kedaulatan negara lain.

Baca Juga: Cetak Sejarah Baru, Indonesia Resmi Terpilih Jadi Presiden Dewan HAM PBB 2026, Penyelesaian Konflik Amerika dan Venezuela Menjadi Agenda

Sementara itu, Iran terlihat meningkatkan kesiapan militernya, termasuk penguatan persediaan rudal dan kesiapan tempur Garda Revolusi, di tengah ancaman kemungkinan intervensi militer AS terkait protes domestik besar-besaran.

Peristiwa besar ini menggambarkan ketegangan dunia yang menghadapi eskalasi konflik, bukan hanya sekadar ketidaksepahaman diplomatik.

Sebagaimana diketahui, Perang Dunia I (1914–1918) dan Perang Dunia II (1939–1945) adalah dua konflik global paling berdarah dalam sejarah umat manusia.

Keduanya muncul dari ketegangan geopolitik, aliansi militer yang saling berhadapan, serta perlombaan senjata yang tak terkontrol.

Belajar dari sejarah ini, banyak pakar menilai bahwa ketidakseimbangan diplomasi dan kegagalan pencegahan konflik jauh lebih berbahaya daripada kekuatan militer itu sendiri.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: X @SBYudhoyono

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X