Kamis, 4 Juni 2026

Guru SMK di Jambi Diduga Dikeroyok Siswa, Versi Siswa dan Guru Terungkap, Dari Teguran Kelas hingga Aksi Solidaritas

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:30 WIB
Kasus pengeroyokan guru SMK di Jambi. (Kolase Instagram.com/@jambisharing/Pexels/Mikael Blomkvist)
Kasus pengeroyokan guru SMK di Jambi. (Kolase Instagram.com/@jambisharing/Pexels/Mikael Blomkvist)

SketsaNusantara.id - Media sosial tengah diramaikan kasus dugaan pengeroyokan seorang guru di Jambi. Peristiwa ini melibatkan siswa di sebuah sekolah menengah kejuruan negeri.

Guru tersebut bernama Agus Saputra. Ia mengajar Bahasa Inggris di SMK Negeri 3 Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Kasus ini menjadi sorotan setelah sejumlah unggahan tersebar luas. Publik menyoroti konflik antara guru dan siswa.

Baca Juga: Murka! Deddy Corbuzier Ultimatum Pengemudi BMW Putih Berplat Merah Kemhan yang Viral Gegara Merokok sambil Berkendara, Tegaskan Pelaku Tak Kebal Hukum

Agus disebut mengalami luka memar di bagian badan dan pipi. Luka itu diduga akibat pukulan sejumlah siswa.

Di tengah ramainya perbincangan, seorang siswa berinisial MLF muncul ke publik. Ia menyampaikan kronologi versinya melalui media sosial.

MLF menjelaskan kejadian bermula di dalam kelas. Saat itu, suasana kelas disebut bising menjelang akhir pelajaran.

Baca Juga: Usai Viral Macan Putih Kediri, Kini Muncul Patung Macan Gemoy di Malang Jatim, Penampakannya Ramai Jadi Sorotan: Mirip Black Panther!

Ia mengaku berteriak meminta teman-temannya diam. Teriakan itu kemudian memicu perhatian guru lain.

MLF menyebut Agus masuk ke kelas secara tiba-tiba. Guru tersebut langsung menanyakan siapa yang berteriak.

“Tiba-tiba beliau langsung masuk ke dalam kelas tanpa permisi ke guru yang ada di dalam, langsung tanya ‘siapa yang bilang woi?' begitu,” ujar MLF dalam unggahannya.

MLF mengaku maju ke depan kelas. Ia menyebut menerima tamparan secara spontan.

Dalam keterangannya, MLF juga menjelaskan soal panggilan tertentu. Ia menyebut guru tersebut tidak ingin dipanggil dengan sebutan bapak.

Versi berbeda disampaikan oleh Agus Saputra. Ia mengunggah penjelasan melalui akun media sosial lain.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X