Kamis, 4 Juni 2026

Rumah Hanyut dan Sekolah Rusak, Desa Pante Kera Aceh Timur Masih Terisolir Lebih dari Sebulan

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 15 Januari 2026 | 22:00 WIB
Kondisi Desa Pante Kera di Aceh Timur yang masih terisolir dan membutuhkan bantuan.  (Instagram/robi16.official)
Kondisi Desa Pante Kera di Aceh Timur yang masih terisolir dan membutuhkan bantuan. (Instagram/robi16.official)

SketsaNusantara.id - Banjir bandang disertai tanah longsor di Sumatera akhir November 2025 masih menyisakan dampak serius. Proses pemulihan hingga kini terus berlangsung. Sejumlah wilayah terdampak belum sepenuhnya pulih dari kerusakan.

Di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, ribuan warga kehilangan tempat tinggal. Kerusakan fisik bangunan terjadi di berbagai kawasan. Salah satu wilayah terdampak berada di pedalaman Aceh Timur.

Desa Pante Kera di Kecamatan Simpang Jernih menjadi salah satu lokasi terdampak parah. Banjir bandang menghanyutkan rumah warga. Sebagian penduduk terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi.

Baca Juga: Banjir Bandang Aceh Tamiang Tinggalkan Luka di Sawah Petani, Relawan Siapkan Skema Pemulihan Pertanian

Kondisi tersebut terekam dalam video yang beredar di media sosial. Rekaman diunggah akun Instagram @robi16.official. Video itu memperlihatkan situasi warga setelah bencana melanda.

Seorang anak Desa Pante Kera menjelaskan kondisi keluarganya. Ia menyebut keluarganya kini tinggal di bukit. Tempat tinggal sementara berupa tenda sederhana.

“Sekarang tinggal di bukit, di tenda bersama orang tua juga,” ucap anak tersebut. Ia diketahui masih duduk di kelas dua sekolah dasar. Pernyataannya disampaikan dalam video yang diunggah.

Baca Juga: Tangis Guru di Pidie Jaya Pecah Usai Banjir, Laptop Berisi Data Penting Terendam Lumpur dan Tak Sempat Diselamatkan

Anak tersebut juga menunjukkan kondisi rumahnya. Bangunan rumah tidak lagi berdiri utuh. Hanya tersisa lantai dan puing kayu.

“Sudah hanyut (rumahnya), dapurnya juga,” imbuhnya. Ia menyampaikan sambil menunjuk sisa bangunan. Lumpur dan kayu tampak memenuhi area sekitar rumah.

Keterangan dalam unggahan menyebut warga bertahan di bukit. Untuk kebutuhan makan dan minum, mereka turun ke dapur umum. Aktivitas dilakukan dengan keterbatasan akses.

Anak tersebut juga menyampaikan belum kembali bersekolah. Bangunan sekolah di desanya ikut terdampak banjir. Seragam dan perlengkapan sekolah ikut hanyut terbawa arus.

Kondisi Desa Pante Kera hingga kini masih dipenuhi lumpur. Kayu-kayu besar bekas banjir terlihat mengendap. Aktivitas warga masih terbatas karena kerusakan lingkungan.

Desa Pante Kera memiliki kondisi geografis yang menantang. Aliran sungai besar memisahkan desa dengan wilayah lain. Akses darat sulit dilalui pascabanjir.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X