Kamis, 4 Juni 2026

Bertrand Antolin Soroti Driver Ojol yang Demo Tuntut Pembebasan Presiden Venezuela di Depan Kedubes AS, Warganet Justru Curiga Ada Pengalihan Isu

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Kamis, 15 Januari 2026 | 16:30 WIB
Bertrand Antolin soroti aksi demo ojol di depan Kedubes AS yang menuntut pembasan Nicolas Maduro dan kedaulatan Venezuela (kolase Instagram/bertrand1407/fakta.jakarta)
Bertrand Antolin soroti aksi demo ojol di depan Kedubes AS yang menuntut pembasan Nicolas Maduro dan kedaulatan Venezuela (kolase Instagram/bertrand1407/fakta.jakarta)

SketsaNusantara.id - Aktor Bertrand Antolin menyoroti aksi demo driver ojol (ojek online) yang digelar di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS).

Kabar tersebut mencuat usai sejumlah akun media sosial mengunggah video aksi unjuk rasa yang berlangsung pada Rabu, 14 Januari 2026.

Dalam video yang beredar, tampak para demonstran mengenakan jaket ojol warna hijau termasuk dari Grab dan Gojek yang memadati kawasan silang selatan Monas, Jakarta Pusat.

Diketahui, aksi unjuk rasa ini digelar untuk menuntut pembebasan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, yang ditangkap militer AS beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Operasi Militer AS di Venezuela Picu Kekhawatiran, Pemerintah Pastikan Harga Minyak Indonesia Aman

"Ratusan driver ojol demo di Kedubes AS, massa menuntut AS membebaskan Presiden Venezuela Nicolas Maduro serta menghormati kedaulatan negara tersebut," tulis akun Instagram @fakta.jakarta dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan yang diposting pada hari Kamis, 15 Januari 2026.

Sebagaimana diketahui, Nicolas Maduro ditangkap pada hari Sabtu, 3 Januari 2026 lalu setelah militer AS melakukan serangan ke Caracas, Ibu Kota Venezuela.

Tak hanya itu, Presiden AS, Donald Trump secara terbuka menyatakan bahwa Amerika Serikat akan mengambil alih termasuk mengelola cadangan minyak Venezuela, hingga masa transisi dianggap aman.

Langkah militer AS tersebut menuai kecaman Internasional karena dinilai melanggar kedaulatan suatu negara. Indonesia yang kini menjadi Presiden Dewan HAM PBB juga menekankan bahwa setiap bentuk ancaman atau penggunaan kekuatan berpotensi memperkeruh konflik dan melemahkan komitmen global terhadap perdamaian.

Baca Juga: Purbaya Kritisi Serangan Militer Amerika, Menkeu Optimis IHSG Rupiah Tetap Aman di Tengah Konflik AS-Venezuela Pasca Penangkapan Nicolas Maduro

Situasi tersebut kemudian memicu aksi unjuk rasa di Indonesia. Ketua Umum Perhimpunan Ojek Online (O2) Indonesia menyebut salah satu tuntutan aksi unjuk rasa di depan Kedubes AS adalah untuk menuntut pembebasan Nicolas Maduro sebagai bentuk penghormatan terhadap kedaulatan Venezuela.

"Venezuela adalah bagian negara yang seharusnya mendapatkan satu kebebasan dalam demokrasi dan menjalankan negaranya," kata Cecep Saripudin selaku Ketua Umum Perhimpunan Ojek Online (O2) Indonesia dalam orasinya.

"AS sebagai simbol negara demokrasi adalah omong kosong karena faktanya, hari ini seluruh hukum internasional dilanggar oleh Amerika," tegasnya.

Aksi unjuk rasa ini mengundang beragam tanggapan, termasuk dari publik figur seperti Bertrand Antolin. Alih-alih memberikan dukungan, aktor keturunan Indonesia-Prancis itu justru menyerukan driver ojol untuk memberikan dukungan kepada Nadiem Makarim.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Instagram @fakta.jakarta

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X