Pada akhirnya, setelah uang disetorkan, komunikasi dengan pelaku terputus.
“Pada dasarnya dia korban. Ia ingin menjadi pramugari dan sudah menyerahkan uang Rp30 juta, tetapi gagal dan orangnya tidak bisa dihubungi,” jelas Yandri Mono.
Setelah menyadari dirinya ditipu, Khairun Nisa tidak langsung pulang ke Palembang. Rasa malu kepada keluarga menjadi alasan utama.
Karena itu, Nisa memilih untuk menetap sementara di Jakarta dan berpura-pura bekerja sebagai pramugari.
Ia bahkan sempat muncul di bandara dengan mengenakan seragam lengkap agar terlihat seolah benar-benar bekerja.
Baca Juga: Beli Tiket Demi Nyamar Jadi Pramugari, Aksi Nisya di Pesawat Batik Air Terbongkar Setelah...
Hal itu dilakukan bukan untuk mencari sensasi, melainkan untuk menjaga perasaan keluarga yang berharap Nisa berhasil menjalani karier di dunia penerbangan.
Menanggapi kasus tersebut, kepolisian memberikan imbauan agar masyarakat lebih berhati-hati terhadap tawaran lowongan kerja yang menjanjikan kelulusan instan.
“Jangan mudah tergiur dengan iming-iming masuk kerja dengan membayar sejumlah uang. Ikuti proses resmi dan SOP perusahaan,” pungkas Yandri.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Kasus Pandji Pragiwaksono Bergulir di Polda Metro Jaya, Polisi Buka Tahapan Penyelidikan dan Analisis Barang Bukti
Laporan Pandji Dinilai Ancam Ekosistem Budaya, DPR Dorong Perlindungan Pekerja Seni dari Tekanan Hukum
Salim A Fillah Bagikan Momen Haru di Aceh, Durian Terakhir Warga Jadi Simbol Ketulusan
Siapa Darma Mangkuluhur? Acara Siramannya Dihadiri Titiek Soeharto dan Disebut akan Jadi Pernikahan Adat Jawa Termegah di 2026
Kasus Dugaan Pungli Relawan Aceh di Terminal Karya Jaya, BPTD Sumsel Ungkap Fakta Versi Petugas