SketsaNusantara.id - Kasus penipuan berkedok rekrutmen kerja kembali terjadi dan menyita perhatian publik.
Seorang perempuan bernama Khairunnisa Nisya menjadi korban modus penipuan lowongan kerja hingga mengalami kerugian mencapai puluhan juta rupiah.
Untuk menutupi kekecewaan dan rasa malu, ia bahkan sempat berpura-pura bekerja sebagai pramugari di Bandara Soekarno-Hatta agar keluarganya tidak mengetahui bahwa dirinya telah ditipu.
Kasus ini terungkap setelah polisi melakukan penyelidikan terhadap aksi penyamaran Nisa di area bandara.
Dilansir SketsaNusantara.id dari informasi yang disampaikan oleh akun X @neVeArAl0nely__ yang menyebut bahwa Khairunnisa Nisya ternyata korban penipuan berkedok lowongan pekerjaan.
Aksi tersebut mendapat perhatian karena Nisa baru kembali ke daerah asalnya setelah hampir dua bulan menghilang.
Menurut keterangan penyidik, Nisa yang berasal dari Palembang datang ke Jakarta dengan harapan mengikuti proses rekrutmen pramugari.
Ia bertemu dengan oknum yang mengaku memiliki koneksi di dunia penerbangan dan menjanjikan kelulusan dalam rekrutmen tersebut.
Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta Kompol Yandri Mono menjelaskan, Khairunnisa Nisya datang ke Jakarta dengan harapan mengikuti seleksi pramugari, namun bukannya mendapatkan pekerjaan, ia justru menjadi korban penipuan hingga merugi sekitar Rp30 juta.
Modus yang digunakan pelaku adalah memungut biaya yang disebut sebagai biaya administrasi dan proses pelatihan.
Pelaku meminta korban transfer uang puluhan juta rupiah sebagai pelatihan, namun janji tersebut tidak pernah terwujud.
Artikel Terkait
Kasus Pandji Pragiwaksono Bergulir di Polda Metro Jaya, Polisi Buka Tahapan Penyelidikan dan Analisis Barang Bukti
Laporan Pandji Dinilai Ancam Ekosistem Budaya, DPR Dorong Perlindungan Pekerja Seni dari Tekanan Hukum
Salim A Fillah Bagikan Momen Haru di Aceh, Durian Terakhir Warga Jadi Simbol Ketulusan
Siapa Darma Mangkuluhur? Acara Siramannya Dihadiri Titiek Soeharto dan Disebut akan Jadi Pernikahan Adat Jawa Termegah di 2026
Kasus Dugaan Pungli Relawan Aceh di Terminal Karya Jaya, BPTD Sumsel Ungkap Fakta Versi Petugas