Kementerian ESDM juga menyampaikan layanan energi lain tetap dijaga. Distribusi bahan bakar minyak dan LPG terus diupayakan berjalan.
Bahlil mengakui masih terdapat tantangan di beberapa kabupaten. Perbaikan infrastruktur disebut membutuhkan upaya besar dan bertahap.
Secara terpisah, Kementerian ESDM menyalurkan 1.000 unit genset ke Aceh. Bantuan tersebut menjangkau 224 desa yang belum teraliri listrik.
Genset yang disalurkan memiliki kapasitas antara 5.000 hingga 7.000 volt ampere. Bantuan itu ditujukan untuk kebutuhan listrik sementara warga.
Selain genset, pemerintah melengkapi bantuan dengan paket pendukung. Paket tersebut berupa kabel listrik, kontak SNI, dan tusuk kontak.
Pemerintah juga menyiapkan stok BBM sebanyak 300 liter. Bahan bakar tersebut diperuntukkan bagi operasional genset selama 15 hari.
Langkah-langkah tersebut dilakukan untuk memastikan layanan dasar tetap berjalan. Pemerintah menyatakan pemulihan energi menjadi bagian penting pascabencana.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Pakai Mobil Maung Pindad, Bahlil Lahadalia Akui Merasa Lebih Gagah
Bahlil Sidak SPBU di Malang: Tegaskan Pertamina Tak Boleh Main-Main dengan Kualitas BBM
Bahlil Lahadalia Turun Tangan atas Fenomena Motor Brebet Massal di Jawa Timur, Akan Berikan Sangsi Tegas Pada Pertamina
Bahlil Lahadalia Usul Semua Mantan Presiden Dapat Gelar Pahlawan Nasional: Tak Ada Manusia yang Sempurna
Mengaku Bersalah Atas Kerusakan Lingkungan, Bahlil Lahadalia Sesali Pernah Berbisnis Tambang