Kamis, 4 Juni 2026

Daerah Terdampak Banjir Bandang Berpeluang Dapat Diskon Listrik, Bahlil Siap Lapor Presiden Prabowo

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 8 Januari 2026 | 16:30 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia  (Instagram @bahlillahadalia)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (Instagram @bahlillahadalia)

SketsaNusantara.id - Pemerintah tengah mengkaji kebijakan keringanan tarif listrik bagi daerah terdampak bencana alam. Wacana ini mencuat menyusul banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera.

Wilayah yang menjadi perhatian meliputi Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Ketiga daerah tersebut mengalami kerusakan infrastruktur dan gangguan layanan dasar.

Kajian tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia. Pemerintah disebut tengah menghitung skema dan durasi kebijakan.

Baca Juga: Bahlil Lahadalia Jamin Ketersediaan BBM, LPG, dan Listrik Aman untuk Kebutuhan Masyarakat Jelang Nataru

“Prinsipnya Kementerian ESDM akan memberikan diskon, namun kami lagi mengkaji berapa bulan dan biayanya berapa,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Bahlil menjelaskan, rencana diskon listrik merupakan respons atas permohonan pemerintah daerah. Surat resmi disampaikan kepala daerah dari wilayah terdampak bencana.

Permohonan itu diajukan untuk meringankan beban masyarakat pascabencana. Gangguan ekonomi dan aktivitas warga masih terjadi di sejumlah wilayah.

Baca Juga: Pernah Klaim 93 Persen Listrik di Aceh Telah Menyala, Bahlil Lahadalia: Kami Memohon Maaf, Ada Tantangan Teknis di Lapangan

Bahlil memastikan kebijakan tersebut belum diputuskan. Ia menyatakan akan melaporkan rencana tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Karena pasti Bapak Presiden juga sudah memberikan kepada kami untuk hadir dalam melihat persoalan-persoalan yang dihadapi oleh rakyat kita,” ujar Bahlil.

Selain wacana diskon tarif listrik, Kementerian ESDM juga menangani perbaikan infrastruktur kelistrikan. Fokus utama berada pada desa-desa yang belum kembali teraliri listrik.

Menurut Bahlil, masih terdapat sekitar 150 desa yang membutuhkan penyelesaian infrastruktur. Kerusakan terjadi pada jaringan tegangan rendah akibat bencana.

Untuk mengatasi kondisi darurat, pemerintah mengirimkan generator set. Sebanyak seribu unit genset telah disalurkan ke wilayah terdampak.

“Kami kirim seribu genset kepada saudara-saudara kita di sana, karena masih ada infrastruktur darat tegangan rendah yang belum selesai. Masih ada kurang lebih sekitar 150 desa yang harus kita selesaikan,” kata Bahlil.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X