“Dengan kemampuan berpikir kritis yang dimilikinya, mereka diharapkan mampu meluruskan disinformasi, menenangkan perbedaan,” ujarnya.
Ferry menyebut suara kaum terdidik seharusnya menjadi sumber kejernihan di tengah kompleksitas sosial. Pendidikan juga dinilai perlu berjalan seiring dengan integritas pribadi.
Ia menekankan bahwa tanggung jawab masyarakat terdidik tidak hanya terletak pada kecakapan berpikir. Keteladanan sikap, kejujuran intelektual, dan keberpihakan pada kepentingan publik juga menjadi bagian penting.
Menurut Ferry, kemajuan bangsa tidak hanya diukur dari jumlah orang terdidik. Ukurannya terletak pada sejauh mana kelompok terdidik bersedia memikul tanggung jawab sosial. Pendidikan, pada akhirnya, dinilai menemukan makna sejatinya ketika digunakan untuk membangun masyarakat yang adil, beradab, dan bermartabat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Kembali Turun ke Daerah Terisolir Meski Sempat Alami Gangguan Kesehatan, Ferry Irwandi Tegaskan Komitmen Kemanusiaan untuk Korban Banjir Bandang Aceh
Ferry Irwandi Ungkap Total Bantuan yang Sudah Tersalurkan untuk Korban Banjir Sumatra Mencapai 310 Ton: Kita Harus Amanah
Ferry Irwandi Ungkap Gagasannya untuk Mendistribusikan Komoditas Cabai di Aceh ke Jakarta: Over Supply, Harga Makin Turun
Rayakan Ulang Tahun di Lokasi Bencana, Ferry Irwandi Tetap Jadi Relawan dan Salurkan Bantuan di Sumatra
Gagasan Ferry Irwandi Distribusikan Komoditas Cabai Terealisasi, Perekonomian Aceh Tengah dan Bener Meriah Bangkit