SketsaNusantara.id - Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember turut ambil bagian dalam upaya pemulihan pasca bencana banjir yang melanda Kota Medan, Sumatera Utara. Salah satu fokus utama yang dilakukan adalah pemulihan kondisi psikologis anak-anak melalui kegiatan Psychosocial Support Service (PSS) yang digelar pada Sabtu, 3 Januari 2025.
Kegiatan PSS dan layanan kesehatan terpadu ini dipusatkan di Masjid Al-Husna dan Masjid Al-Mahri, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun, wilayah yang terdampak cukup parah akibat banjir. Dalam tim PSS PMI tersebut, turut bergabung personel PMI Jember, Elvana Kusdijanto, yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pelayanan Markas PMI Jember.
Menurut Elvana, anak-anak menjadi kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus pasca bencana. Pengalaman banjir tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga meninggalkan trauma dan kecemasan yang dapat mengganggu proses tumbuh kembang anak.
Baca Juga: Resmi Jadi Relawan KSR PMI, 18 Mahasiswa UNEJ Tegaskan Komitmen Memperkuat Kemanusiaan
“Melalui kegiatan PSS ini, kami berupaya membantu anak-anak agar tetap sehat secara mental. Pendekatan yang kami gunakan bersifat rekreatif dan menyenangkan, sehingga anak-anak merasa aman dan nyaman,” ujar Elvana di sela kegiatan.
Sebanyak 28 anak dari wilayah terdampak mengikuti rangkaian kegiatan edukasi mitigasi bencana yang dikemas secara kreatif. Anak-anak diajak bermain, bercerita, menggambar, serta melakukan aktivitas ekspresif lainnya yang bertujuan membantu mereka mengekspresikan emosi dan mengurangi rasa takut akibat bencana banjir yang baru saja dialami.
Metode rekreatif tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi kebencanaan. Anak-anak dikenalkan langkah-langkah sederhana yang perlu dilakukan saat terjadi bencana, sehingga mereka memiliki pemahaman dasar dan kesiapsiagaan sejak dini.
“Dengan pendekatan bermain, pesan kebencanaan bisa diterima dengan lebih mudah. Harapannya, anak-anak tidak lagi merasa takut, bahkan bisa lebih tanggap jika sewaktu-waktu terjadi bencana serupa,” jelas Elvana.
PMI berharap, melalui dukungan psikososial ini, semangat anak-anak untuk kembali bersekolah dan menjalani aktivitas sehari-hari dapat pulih. Trauma yang berlarut dikhawatirkan dapat menghambat proses belajar dan perkembangan mental anak di masa depan.
“Kegiatan ini kami rancang untuk menumbuhkan semangat baru, agar anak-anak bisa kembali ke sekolah tanpa terus dibayangi peristiwa banjir yang mereka alami,” tambahnya.
Selain fokus pada pemulihan psikologis anak, PMI juga membuka layanan kesehatan gratis bagi warga dewasa di lokasi terdampak. Layanan ini melibatkan tenaga medis serta relawan Korps Sukarela (KSR) PMI yang memiliki latar belakang kesehatan.
Pemeriksaan kesehatan tersebut ditujukan untuk mencegah munculnya penyakit yang umum terjadi pasca bencana, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, penyakit kulit, hingga demam berdarah. Kehadiran PMI diharapkan dapat membantu masyarakat Medan bangkit lebih cepat, baik secara fisik maupun mental, setelah bencana banjir yang melanda wilayah mereka.***
Artikel Terkait
Kolaborasi PMI dan SP BPJS Ketenagakerjaan Jember, Bantuan Disalurkan ke Warga Terdampak Banjir Sungai Mayang
Puger Wetan Perkuat Kesiapsiagaan, SIBAT dan PMI Jember Didampingi Palang Merah Jepang Susun SOP Mitigasi Bencana
Perkuat Regenerasi Relawan Kemanusiaan, Puluhan PMR Madya SMPN 1 Bangsalsari Ikuti Diklat Intensif di Markas PMI Jember
Belajar dari Tragedi Panti Tahun 2006, PMI Jember Gandeng Warga Puger Kulon Susun SOP dan Rencana Aksi Bencana
Momentum Hari Ibu, PMI Jember Perkuat Aksi Kemanusiaan Lewat Distribusi Sembako dan Normalisasi Sumur Korban Banjir