Minggu, 19 Juli 2026

Puger Wetan Perkuat Kesiapsiagaan, SIBAT dan PMI Jember Didampingi Palang Merah Jepang Susun SOP Mitigasi Bencana

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Jumat, 19 Desember 2025 | 17:00 WIB
SIBAT Puger Wetan menyusun SOP mitigasi bencana bersama PMI Jember dan JRCS. (Dok. PMI Jember)
SIBAT Puger Wetan menyusun SOP mitigasi bencana bersama PMI Jember dan JRCS. (Dok. PMI Jember)

SketsaNusantara.id - Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana terus dilakukan di wilayah pesisir Jember.

Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, menjadi salah satu lokasi yang aktif membangun sistem mitigasi berbasis masyarakat.

Langkah ini diarahkan untuk memastikan warga memiliki panduan jelas saat menghadapi situasi darurat.

Baca Juga: Kolaborasi PMI dan SP BPJS Ketenagakerjaan Jember, Bantuan Disalurkan ke Warga Terdampak Banjir Sungai Mayang

Wilayah pesisir dikenal memiliki tingkat kerawanan bencana yang beragam. Potensi banjir, gelombang pasang, hingga cuaca ekstrem menjadi tantangan yang harus diantisipasi secara terencana.

Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat dalam mitigasi menjadi bagian penting dari pengurangan risiko bencana.

Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) Desa Puger Wetan melaksanakan penyusunan Standard Operating Procedure dan Rencana Aksi Pengurangan Risiko Bencana, Jumat 19 Desember 2025.

Baca Juga: Aksi Kemanusiaan Lintas Pulau, PMI Jember Kirim 100 Kantong Darah ke Sumatera Lewat Fly Jaya Gratis Biaya

Kegiatan tersebut diikuti oleh 25 anggota SIBAT yang selama ini berperan sebagai relawan kebencanaan di tingkat desa.

Proses penyusunan dokumen tersebut mendapat pendampingan langsung dari PMI Kabupaten Jember. PMI juga bekerja sama dengan Japanese Red Cross Society dalam memberikan dukungan teknis.

Kolaborasi ini bertujuan menghadirkan panduan yang aplikatif dan mudah diterapkan oleh masyarakat setempat.

SOP dan rencana aksi yang dirumuskan dirancang sebagai pedoman operasional saat bencana terjadi. Dokumen ini juga menjadi acuan langkah preventif dalam kehidupan sehari-hari. Fokus utama penyusunan diarahkan pada kejelasan peran, alur evakuasi, dan sistem komunikasi darurat.

Sekretaris PMI Kabupaten Jember, Gufron Evyan Efendi, menjelaskan pentingnya penyusunan rencana aksi berbasis kondisi lokal.

“Penyusunan rencana aksi ini sangat vital. Kita memetakan risiko secara spesifik di Puger Wetan agar saat terjadi bencana, relawan SIBAT dan masyarakat sudah tahu siapa melakukan apa dan lewat jalur mana,” jelasnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X