Menurutnya, pihaknya sudah melakukan banyak hal agar lahan tersebut tetap produktif dan terjaga.
"Kami udah membersihan lahan itu tapi rumput mnya cepat lagi tumbuh, kenapa cepat lagi tumbuh? karena saat tanaman itu kerdil di akhir Oktober tanaman kurang maksimal karena pengaruh tanah hingga kami lakukan booster," imbuh Made.
Made mengungkapkan hal itu terjadi sebab karakteristik tanah merah kekuningan di lokasi tersebut dinilai minim unsur hara dan memiliki lapisan top soil yang tipis.
Pengelola juga mengklaim pertumbuhan rumput yang pesat merupakan efek samping dari pemberian booster nutrisi yang juga menyuburkan gulma di sekitar tanaman utama.
"Kita memang biarkan seperti itu (banyak rumput ) tapi nantinya akan menjadi pupuk alami," tegasnya.
Menurut Made rumput juga berfungsi sebagai pupuk alami juga berfungsi sebagai penahan tanah agar tak hanyut saat hujan.
Sementara itu Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada menegaskan bahwa panen tetap akan dilakukan pada Januari 2026.
Dari total luas lahan, sekitar 1,5 hektar diklaim siap dipanen meskipun hasilnya mungkin tidak seragam.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Sidang Mediasi Gugatan Terhadap Gibran, Penggugat Batalkan Tuntutan Ganti Rugi Rp 125 Triliun, Ini Alasannya
Prabowo–Gibran Dapat Nilai Tinggi dari Publik, Poltracking Catat 4 Bidang Pemerintahan Diapresiasi
Gibran dan Blusukan Versi Baru: Hadiri Acara Mancing Gratis Hingga Jadi Pembaca Doorprize
Gibran Umumkan Kebijakan Bebas Visa RI–Afrika Selatan saat Hadiri CEO Forum, Ini Momen Interaksi dan Poin Pidatonya
Kehadiran Jokowi di Bloomberg Forum hingga Gibran di KTT G20 Afrika, Isyaratkan Arah Baru Diplomasi Ekonomi Indonesia
Roy Suryo Ungkap Draf 'Gibran’s Black Paper' Hampir Selesai, Soroti Akun Fufufafa dan Klaim Tidak Ada Ijazah SMA Gibran