Kamis, 4 Juni 2026

Demi Dapatkan Harga Sembako Murah, Warga Takengon, Aceh Tengah Rela Jalan Kaki 5 Jam Setiap Hari

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Minggu, 28 Desember 2025 | 09:30 WIB
Warga Takengon ke Bener Meriah untuk membeli kebutuhan bahan pokok.  (Tangkapan layar Instagram/ayumten)
Warga Takengon ke Bener Meriah untuk membeli kebutuhan bahan pokok. (Tangkapan layar Instagram/ayumten)

SketsaNusantara.id - Sejumlah dampak pasca bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Sumatra sebulan yang lalu mulai memberikan dampak susulan.

Selain masalah sisa lumpur, keterbatasan pasokan listrik dan BBM, kini masyarakat terdampak juga harus menghadapi kondisi ekonomi yang kian mencekik.

Harga bahan pokok di wilayah terdampak dilaporkan mengalami kenaikan yang cukup tinggi karena akses jalan yang terputus.

Baca Juga: BNPB dan TNI Percepat Pemulihan Dampak Bencana Aceh, Air Bersih Dibor di 12 Desa dan Jalan Alternatif Hampir Rampung

Kondisi ini juga diperparah dengan keterbatasan stok kebutuhan sehari-hari sehingga sulit ditemui.

Hal tersebut dirasakan banyak masyarakat terdampak banjir, salah satunya warga Takengon, Aceh Tengah.

Harga barang pokok yang tinggi serta langka membuat masyarakat Takengon harus berjalan kaki puluhan kilometer ke Bener Meriah.

Baca Juga: Cerita Korban Banjir di Aceh Tamiang, Menolak Ambil Banyak Bantuan Logistik, Ternyata Karena...

Demi mendapatkan bahan pokok yang lebih murah, warga rela berjalan kaki karena jalur Takengon-Bener Meriah yang masih terputus.

Seorang warga yang memilih berbelanja di Bener Meriah mengungkapkan perbedaan harga barang-barang pokok di Takengon dan Bener Meriah.

“Harga Beras di KEM Rp250.000 per sak yang 15 kilogram, kalau di Takengon udah Rp400.000,” ujarnya sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram @ayumtem pada 27 Desember 2025.

Baca Juga: Akses Masih Terputus, Korban Banjir di Tapanuli Tengah Terpaksa Jalan Kaki 9 Jam Demi Bantuan Sembako: Doakan Semoga...

Selain harga beras, perbedaan harga minyak goreng kemasan 1 liter di juga cukup tinggi, nyaris 50 persen.

“Minyak goreng yang 1 liter itu di Kem Rp25.000, di Takengon Rp35.000,” ujarnya lagi.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: Instagram @ayumtem

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X