Kamis, 4 Juni 2026

Belum Reda Kasus Nenek Elina, Publik Kembali Dikejutkan Pengeroyokan Lansia di Bangkalan: Cekcok dengan 5 Orang Tetangga Gara-Gara Air Cucian Beras

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 27 Desember 2025 | 07:07 WIB
Ilustrasi kasus kekerasan terhadap lansia di Bangkalan Jatim, nenek inisial NH jadi korban pengeroyokan gegara masalah sepele (Freepik/EyeEm)
Ilustrasi kasus kekerasan terhadap lansia di Bangkalan Jatim, nenek inisial NH jadi korban pengeroyokan gegara masalah sepele (Freepik/EyeEm)

SketsaNusantara.id - Belum selesai kehebohan kasus pengusiran paksa terhadap Nenek Elina di Surabaya, publik kembali dibuat geram dengan munculnya peristiwa serupa yang menimpa seorang lansia di Bangkalan, Jawa Timur (Jatim).

Seorang nenek berinisial NH, warga Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan, dikabarkan menjadi korban pengeroyokan oleh 5 orang tetangganya sendiri.

Kabar ini mencuat setelah beredar video yang menunjukkan aksi kekerasan terhadap NH yang ramai jadi perbincangan publik dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga: Justice for Oma Elina! Viral Nenek 80 Tahun di Surabaya Diusir Paksa hingga Rumah Diratakan Oknum Ormas, Cak Ji Pastikan Proses Hukum Berjalan

Dilansir SketsaNusantara.id dari akun Instagram @feedgramindo, diketahui aksi pengeroyokan tersebut terjadi pada Kamis, 23 Desember 2025.

Sekitar pukul 06.00 WIB NH yang sedang melakukan aktivitas di sekitar rumah kemudian terlibat adu mulut dengan tetangganya hingga berujung pada tindakan kekerasan.

Dalam video yang beredar di media sosial, tampak seorang pria mengenakan sarung memukul wanita tua dan melemparinya dengan sapu bertongkat panjang.

Meski aksinya tersebut empat dilerai oleh tetangga lainnya, namun perkelahian ini terus berlanjut dan tak terhindarkan. Nenek berhijab hitam itu didatangi beberapa orang tetangga lainnya dan diserang saat berada di teras rumahnya.

Baca Juga: Rombongan Wisata Lansia Surabaya Alami Pemalakan saat Keluar Bangsring Underwater

Terlihat NH tidak hanya dibentak dengan kata-kata kasar, tetapi juga mengalami tindakan fisik yang dilakukan secara bersama-sama.

Korban mengaku salah seorang wanita memakai daster begitu emosi sampai membawa perkakas rumah dan memukul kepala korban dengan sandal.

Tidak terima dengan perlakuan tersebut, keluarga korban langsung melaporkan kejadian ini ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bangkalan pada malam hari setelah insiden terjadi.

Beberapa hari berselang, tepatnya hari Jumat, 26 Desember 2025, NH kembali mendatangi Polres Bangkalan bersama keluarganya. Perkara tersebut kini telah masuk ke tahap penyidikan.

"Kami sudah menerima laporan dan melakukan gelar perkara, saat ini kasusnya sudah naik ke tahap penyidikan," ungkap Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Hafid Dian Maulidi, di hadapan awak media pada hari Jumat, 26 Desember 2025.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Instagram @feedgramindo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X