Eca juga menyebut alasan keinginannya untuk membeli hutan demi menjaga populasi gajah yang kini jumlahnya menipis.
"Gajah-gajah itu baik, manusianya aja yang jahat ngundulin hutan, ngambil rumah mereka," ujar Eca.
Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, populasi gajah liar di Indonesia memang terus menurun.
Saat ini, jumlahnya diperkirakan hanya berkisar 150 hingga 200 ekor di alam bebas. Hilangnya hutan sebagai habitat utama menjadi salah satu penyebab utama yang mengancam kehidupan gajah.
Lebih lanjut, Eca mengungkap bahwa keinginannya membeli hutan terinspirasi dari sosok perempuan Indonesia bernama Rosita Istiawan.
Rosita sempat viral di media sosial setelah berhasil membeli lahan kritis dan mengubahnya menjadi hutan konservasi.
"Aku pengen (beli hutan) soalnya pernah baca di medsos itu ada ibu-ibu beli tanah, awalnya gersang, bisa jadi hutan. Keren banget dan nggak gampang lho itu," tutur Eca.
Sebagai informasi, Rosita Istiawan dikenal luas berkat dedikasinya mengubah lahan bekas kebun singkong menjadi Hutan Organik Megamendung di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat.
Selama lebih dari 25 tahun, Ibu Rosita berhasil menghidupkan kembali lahan seluas sekitar 30 hektare, yang kini menampung sekitar 44.000 pohon, ratusan spesies tumbuhan, serta puluhan satwa liar.
Perjuangan Rosita tidak mudah. Ia bahkan sempat menghadapi intimidasi dan ancaman dari calo tanah.
Keteguhannya membuahkan hasil membuat "paru-paru dunia" manfaatnya tak hanya berguna untuk habitat satwa liar, tapi juga bisa dirasakan banyak orang.
Tak heran jika Rosita dijuluki sebagai "Macan Hutan". Kisahnya jadi pusat perhatian dunia bahkan sempat diliput oleh National Geographic.
Aksinya jadi bukti nyata bagaimana tekad dan kerja keras satu orang perempuan dapat menghidupkan kembali ekosistem dan menginspirasi banyak pihak tentang pentingnya konservasi hutan dan peduli menjaga kelestarian alam demi masa depan yang lebih baik.
Artikel Terkait
Kembali Kritik Pemerintah, Fedi Nuril Minta Prabowo Tindak Tegas Pelaku Perusakan Hutan di Taman Nasional Tesso Nilo
Penggudulan Hutan di Sumatera Melonjak Tinggi Tahun 2024, Ratusan Ribu Hektar Hujan Primer Basah Hilang
Mahfud MD Bicara Blak-blakan soal Bencana Sumatera, Kerusakan Hutan, hingga Dugaan Kolusi Perizinan yang Dinilai Memicu Longsor dan Banjir
WALHI Beberkan Kerusakan Hutan 2016–2024 di Aceh, Sumut, dan Sumbar, Ratusan Izin Tambang hingga Proyek Energi Terkait Deforestasi
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni Tegaskan Tak Pernah Keluarkan Izin Pelepasan Hutan di 3 Kawasan Terdampak Banjir Aceh, Sumut, dan Sumbar
Laju Deforestasi di Indonesia 24 Tahun Terakhir, 1 Juta Hektar Hutan Hilang di 2016, Terbanyak di Kalimantan