SketsaNusantara.id – Media sosial belakangan ini dihebohkan dengan beredarnya video viral menunjukkan fenomena langit merah darah yang terlihat di wilayah Pandeglang, Banten.
Peristiwa tak biasa tersebut terjadi pada hari Kamis, 18 Desember 2025 yang sempat membuat warga resah bahkan dianggap sebagai pertanda akan datangnya bencana.
Dalam sejumlah video dan foto yang beredar luas di media sosial, tampak langit di wilayah pesisir selatan Kabupaten Pandeglang yang awalnya terang berubah menjadi merah pekat menjelang matahari terbenam.
Awan-awan terlihat diselimuti cahaya kemerahan yang sangat mencolok, menciptakan suasana mencekam dan memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat.
Sejumlah warga mengaku terkejut dan khawatir dengan fenomena tersebut. Tak sedikit yang mengaitkannya dengan tanda-tanda alam, mengingat Banten kini berada dalam pengawasan karena potensi cuaca ekstrem di wilayah tersebut selama musim hujan.
Kekhawatiran warga pun semakin meluas setelah rekaman peristiwa tersebut viral dan dibagikan berulang kali di berbagai platform media sosial.
Menanggapi keresahan masyarakat, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan.
Perubahan warna langit tersebut merupakan fenomena alam yang dapat dijelaskan secara ilmiah dan dinilai tidak berbahaya.
"Fenomena langit merah di Pandeglang bukanlah kejadian berbahaya. Warna merah pada langit merupakan fenomena optik atmosfer," kata Kepala BBMKG Wilayah II Banten dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram @infopandeglang pada hari Minggu, 21 Desember 2025.
Warna merah yang tampak di langit terjadi akibat pembiasan cahaya matahari ketika posisinya berada rendah di ufuk barat menjelang terbenam. Pada kondisi tersebut, cahaya matahari harus menempuh jarak yang lebih panjang melalui atmosfer bumi.
Akibatnya, gelombang cahaya dengan panjang lebih pendek seperti biru dan ungu akan lebih banyak terhambur, sementara gelombang panjang seperti merah dan jingga menjadi lebih dominan terlihat oleh mata manusia.
Artikel Terkait
Ngeri! Awan Cumulonimbus Selimuti Jember Disertai Hujan Deras dan Angin Kencang, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Perubahan Cuaca di Awal Peralihan Musim
Heboh Warga Jember Mendadak Temukan Ratusan Ikan Kecil Terdampar di Pantai Payangan, Benarkah Pertanda Akan Terjadi Tsunami? Begini Penjelasan BMKG
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Jawa Timur Akibat Gelombang Atmosfer MJO, Equatorial Rossby hingga Gelombang Kelvin, Ini Penjelasannya
Jatim Gelar Operasi Modifikasi Cuaca untuk Mitigasi Dampak Erupsi Gunung Semeru
BNPB Ungkap Banyak Pemda Tidak Siap Hadapi Bencana, Padahal BMKG Sudah Beri Warning 8 Hari sebelum Banjir dan Longsor Sumatera Terjadi