"Kami hanya fasilitator, para penyintas inilah yang sangat luar biasa. Kami juga dibantu para penyintas korban banjir dan longsor di Agam memasak rendang 1 ton. Cepat pulih ya," ucapnya.
Diketahui, pesantren yang menyiapkan bantuan rendang ini adala h Pesantren Prof. Hamka, Perguruan Diniyah Putri Padang Panjang dan MTI Canduang di Kabupaten Agam.
Tiap pesantren memiliki cara tersendiri dalam menyiapkan rendang. Pesantren Prof. Hamka yang wilayahnya sempat terisolir akibat longsor, tetap ikut memberikan bantuan dengan membeli 2 ekor sapi seberat lebih dari 1 ton dan membuat rendang dibantu masyarakat serta para santri.
Sementara itu, Perguruan Diniyah Putri Padang membuat rendang menggunakan resep asli dari pendiri pesantren dengan melibatkan puluhan santriwati dan wali murid. Sedangkan pesantren tertua di Sumbar, MTI Canduang, melibatkan 5 kelompok majelis taklim untuk bergotong royong mrnyiapkan rendang.
Pengiriman bantuan ini dilakukan secara bertahap. Berangkat hari Selasa, 16 Desember 2025 dari Sumbar, para relawan mendistribusikan rendang ke Sumatera Utara pada hari Rabu, 17 Desember 2025 dan melanjutkan perjalanan pada hari Kamis, 18 Desember 2025 hingga ke daerah terisolir seperti di Aceh Tamiang.
Baca Juga: Lokasi Viral Sering Diprioritaskan, Penyaluran Bantuan Bencana Aceh Masih Tak Merata
Aksi kemanusiaan ini mendapat apresiasi luas dari publik. Banyak yang menilai warga Minang memiliki naluri keibuan yang kuat, yang selalu peduli dengan sesama, terutama dala urusan makanan.
"Masyarakat Sumbar itu sudah seperti seorang ibu, meski dia dalam keadaan sakit pun tapi masih tetap menghidangkan makanan untuk keluarga dan saudara-saudaranya," komentar akun @heru_satria_.
"Sumbar juga berduka, tapi tetap berempati dan dengan senang hati menolong. Terima kasih banyak semoga dimudahkan rejeki semuanya," komentar akun @fadillah_rahma89.
"Alhamdulillah, kami dari Aceh mengucapkan terima kasih banyak. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, salam dari kami, kebaikan saudara dari Ranah Minang membawa kebahagiaan bagi kami di tanah rencong. Lekas pulih Indonesiaku," tulis akun @selawati_.
Sebelumnya, masyarakat Sumbar sempat meminta maaf karena belum bisa memberikan bantuan rendang pada korban terdampak banjir di Aceh dan Sumatera Utara, mengingat kondisi daerah mereka juga terdampak cukup parah.
Jika dilihat dari jejak digital, sudah menjadi tradisi, masyarakat Minang selalu mengirimkan bantuan rendang pada saudara-saudara di Indonesia yang tertimpa musibah.
Kini, meskipun masih dalam masa pemulihan, warga Sumbar mulai bangkit dan bergotong-royong ikut membantu meringankan beban para korban terdampak bencana di Aceh-Sumatera Utara.
Hal ini membuktikan bahwa solidaritas menjadi kekuatan utama bagi masyarakat Indonesia. Di tengah keterbatasan dan luka akibat bencana, masyarakat Indonesia tetap mampu saling menguatkan, berbagi, dan menumbuhkan harapan untuk pulih bersama.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Ferry Irwandi Ungkap Total Bantuan yang Sudah Tersalurkan untuk Korban Banjir Sumatra Mencapai 310 Ton: Kita Harus Amanah
Banjir Pujian, Shin Tae Yong Diam-Diam Berikan Donasi Ribuan Dollar ke Aceh, Sampaikan Pesan Menyentuh untuk Korban Terdampak Bencana Sumatera
Jangan Angkuh! Wakil Rakyat Malaysia Kecewa Bantuan Korban Bencana Sumatra Dinilai 'Tak Seberapa', Sampaikan Kritik Keras untuk Pemerintah Indonesia
Justin Barki Sumbangkan Seluruh Bonus Emas SEA Games 2025 untuk Korban Bencana Sumatra
Video Viral Ungkap Derita Warga Bireuen Pasca Banjir Bandang, Jembatan Putus Paksa Warga Seberangi Sungai
Anggota Dewan Persoalkan Warga yang Manfaatkan Kayu Gelondongan Sisa Banjir Sumatera, Benarkah Termasuk Pelanggaran Hukum? Begini Penjelasan Para Ahli