"Kayu gelondongan menumpuk, pemerintah seharusnya bisa segera bertindak menyingkirkan kayu-kayu tersebut dan tidak membebankan penanganannya kepada masyarakat. Warga jangan jadi korban lagi," ucapnya, dalam video yang diunggah di akun Instagram @alexindralukman pada hari Kamis, 18 Desember 2025.
Lukman menegaskan bahwa pemerintah harus bertanggung jawab atas penanganan sampah spesifik ini, termasuk melalui pengurangan dan pemanfaatan kembali sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2020.
Dengan pengalaman politiknya dan latar belakang sebagai pengusaha, ia berupaya memastikan bahwa bencana tidak hanya diatasi secara darurat, tetapi juga dikelola dengan baik untuk mencegah dampak jangka panjang.
Usulan ini membuka peluang bagi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mengelola kayu gelondongan sisa banjir yang bisa digunakan untuk kegiatan bernilai ekonomis untuk kesejahteraan rakyat melalui mekanisme yang tepat.
Namun, usulan Lukman menuai pro kontra dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Sebagian menyebut langkah ini positif karena desakan pada pemerintah untuk segera membersihkan kayu yang terbawa arus banjir, sehingga tidak menjadi beban tambahan bagi masyarakat.
Tak sedikit pula warganet yang menilai usulan ini sebagai langkah yang kurang tepat, mengingat pemerintah sendiri lamban dalam proses penanganan pasca bencana.
Dalam video yang beredar di media sosial, tampak warga memanfaatkan sisa kayu untuk membangun jembatan karena akses jalan antar desa terputus akibat banjir. Tindakan ini membantu proses logistik dalam penyaluran bantuan ke lokasi yang terisolir.
Warga juga memanfaatkan kayu untuk memperbaiki rumah mereka yang rusak akibat terjangan banjir sehingga bisa menjadi tempat tinggal sementara dalam situasi darirat.
Menurut pakar hukum, pemanfaatan kayu gelondongan ini juga dinilai tidak melanggar hukum. Asalkan kayu tersebut bisa digunakan sebagai mestinya dan tidak diperjualbelikan oleh warga demi meraup keuntungan pribadi.
Publik menilai tindakan warga memanfaatkan kayu gelondongan sisa banjir di Sumatera menjadi langkah awal pemulihan sebelum ada bantuan dari pemerintah, mengingat "sampah" tersebut juga telah merusak tempat tinggal para korban terdampak banjir dan merenggut ribuan nyawa.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Ferry Irwandi Terima Maaf Anggota DPR RI Usai Disindir 'Sok Paling Kerja' Saat Bantu Korban Bencana, Minta Publik Fokus Beri Dukungan untuk Sumatera
Endipat Wijaya Partai Gerindra Itu Siapa? Inilah Profil Anggota DPR yang Sindir Ferry Irwandi: Umur, Agama
Kepala Lingkungan di Sumatera Utara Timbun Bantuan Untuk Korban Banjir dan Longsor
Banjir Pujian, Shin Tae Yong Diam-Diam Berikan Donasi Ribuan Dollar ke Aceh, Sampaikan Pesan Menyentuh untuk Korban Terdampak Bencana Sumatera
Dampak Siklon Senyar 2025 di Sumatera, JPP Promedia Ungkap Peran TNI dalam Evakuasi dan Penanganan Pasca Bencana
Ada Maksud Politik? Lama Tak Tampak, Budi Arie Setiadi Mendadak Trending di X! Ketum Projo Disorot Usai Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Sumatera