Minggu, 19 Juli 2026

Mata Elang Jadi Sorotan, Polisi Bongkar dan Tutup Sejumlah Aplikasi Matel yang Dinilai Meresahkan Warga

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 18 Desember 2025 | 20:00 WIB
Aksi penutupan aplikasi matel yang diungkap perwira polisi Manang Soebeti di media sosial. (Instagram.com/@manangsoebeti_official)
Aksi penutupan aplikasi matel yang diungkap perwira polisi Manang Soebeti di media sosial. (Instagram.com/@manangsoebeti_official)

SketsaNusantara.id - Perbincangan warganet di media sosial kembali memanas. Isunya berkaitan dengan aplikasi mata elang atau matel. Aplikasi tersebut dinilai meresahkan masyarakat.

Sorotan ini muncul setelah seorang perwira polisi aktif di media sosial angkat bicara. Sosok tersebut adalah Manang Soebeti. Ia dikenal luas oleh warganet dengan sapaan Pak Bray.

Melalui akun Instagram pribadinya, Manang mengungkap temuan sejumlah aplikasi matel. Unggahan itu disampaikan pada Senin, 15 Desember 2025. Informasi tersebut langsung menyebar luas.

Baca Juga: Apa Itu Mata Elang? Inilah Kronologi Lengkap Pengeroyokan di Kalibata yang Tewaskan 2 Orang Matel

Aplikasi matel disebut kerap digunakan untuk melacak debitur kendaraan bermasalah. Aktivitas itu menimbulkan kekhawatiran soal keamanan data pribadi. Manang kemudian mempertanyakan legalitas aplikasi tersebut.

“Halo Komdigi, siapa yang berwenang mengontrol aplikasi seperti ini?” tulis Manang.

Dalam unggahan lanjutan, Manang juga menyinggung risiko kebocoran data. Ia menyebut data debitur kendaraan tersedia di aplikasi tersebut. Hal ini dinilai berbahaya bagi masyarakat.

Baca Juga: Disenggol Patwal hingga Jatuh ke Parit dan Dituduh Anggota Matel, Pemuda Korban Arogansi Patwal Berikan Klarifikasi

Manang mengungkap bahwa pihaknya menemukan beberapa aplikasi serupa. Aplikasi-aplikasi itu disebut masih beredar di platform digital. Ia menyebut tim yang bergerak sebagai pasukan bayangan.

Pada Kamis, 18 Desember 2025, Manang kembali mengunggah perkembangan terbaru. Unggahan tersebut menampilkan bukti percakapan terkait penutupan aplikasi matel. Salah satu aplikasi yang disorot bernama Super R4.

Dalam percakapan itu disebutkan permintaan penurunan aplikasi. Proses penghapusan di platform digital tidak langsung terjadi. Namun, Manang memastikan aplikasi tersebut akhirnya tidak dapat diakses.

“Aplikasi matel 'Super R4' sudah dikubur, tolong naikkan gaji petugas parkirnya,” tegasnya.

Manang juga mengungkap penutupan aplikasi lain. Aplikasi bernama Mitra Matel disebut sudah tidak dapat diakses. Informasi tersebut diunggah pada Rabu, 17 Desember 2025.

Unggahan tersebut menampilkan tangkapan layar situs yang tidak lagi aktif. Penutupan itu diklaim dilakukan oleh tim yang sama. Manang menyebut langkah tersebut sebagai upaya berkelanjutan.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X