Minggu, 19 Juli 2026

Membludak, Jamaah Padati Puncak Haul Ke-16 Gus Dur di Tebuireng

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Kamis, 18 Desember 2025 | 08:00 WIB
Haul Gus Dur ke 16 (SketsaNusantara.id)
Haul Gus Dur ke 16 (SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id – Peringatan haul ke-16 Presiden KH Andurrahman Wahid (Gus Dur) digelar di Pesantren Tebuireng, Rabu 17 Desember 2025, malam. Jamaah membludak menghadiri acara ini. Sehingga jalur provinsi arah Malang-Jombang ditutup total.

Sejumlah tokoh penting tampak hadir. Di antaranya Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, KH. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) Rembang, KH. Agoes Ali Masyhuri (Gus Ali) Tulangan Sidoarjo dan KH. Masduqi Abdurrahman dari Perak Jombang. Turut hadir pula Konsul Jenderal Amerika Serikat, Chris Green.

Acara diawali dengan pembacaan Surat Yasin dan tahlil yang dipimpin oleh Ustadz Syamsul Anam dan KH. Masduqi Abdurrahman. Peringatan haul semakin semarak dengan lantunan sholawat Nabi yang dibawakan oleh seribu rebana pimpinan KH. Nur Hadi (Mbah Bolong).

Baca Juga: Mahfud Bongkar Akar Konflik PBNU dan Bisnis Tambang: 'Bukan PBNU, PTNU'

Haul Gus Dur tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan penetapan KH. Abdurrahman Wahid sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2025. Hal ini disampaikan dalam sambutan keluarga besar Gus Dur oleh Zannuba Ariffah Chafsoh (Yenny Wahid).

Dia menambahkan keistimewaan sosok ayahnya yang hingga kini tak pernah sepi dari peziarah dan doa. "Dari sudut pandang kami, Gus Dur adalah sosok yang ikhlas berjuang untuk kepentingan orang banyak, terutama mereka yang terdzalimi,” ujarnya.

Pengasuh Pesantren Tebuireng KH. Abdul Hakim Machfudz menyampaikan rasa syukur dan bangga atas dikukuhkannya Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional. "Penetapan Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional adalah kebanggaan bagi keluarga besar Tebuireng. Terima kasih atas kehadiran Panjenengan semua. Semoga mendapat ridho dan balasan terbaik dari Allah SWT,” tuturnya.

Baca Juga: KPK Akan Periksa PBNU Terkait Dugaan Aliran Rp100 Miliar dari Kasus Mardani H. Maming, Dokumen Audit 2022 Jadi Dasar Penelusuran

Hal senada disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Dia mengajak seluruh hadirin untuk meneladani Gus Dur sebagai Bapak Kemanusiaan.

“Hari ini kita hadir karena hati kita melekat pada sosok perjuangan, pemikiran dan keteladanan Gus Dur yang penuh nilai kemanusiaan. Mudah-mudahan kehadiran kita menjadi ikhtiar untuk meneladani Gus Dur sebagai pahlawan kemanusiaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i menegaskan bahwa Gus Dur adalah tokoh besar yang semakin besar karena sikap toleransinya. "Gus Dur tidak pernah sepi dari doa, pujian dan harapan masyarakat," ujarnya.

Baca Juga: Pernyataan Cak Imin soal Kisruh PBNU: Dari Rasa Prihatin, Risalah Harian, hingga Surat Edaran Pemberhentian yang Bikin Warga NU Bingung

Ia juga menyampaikan cerita Presiden Prabowo Subianto tentang Gus Dur, yang disebut sebagai sosok pemimpin yang tidak mau kehilangan kemanusiaan karena kekuasaan. Bahkan setelah wafat, Gus Dur disebut masih “menjadi juru kampanye” melalui ketulusan dan ucapannya yang dikenang banyak orang.

Puncak acara diisi dengan mauidhoh hasanah oleh KH. Mustofa Bisri (Gus Mus). Dalam tausiyahnya, Gus Mus menggambarkan Gus Dur sebagai tokoh yang telah “selesai dengan dirinya sendiri”.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X