Menurutnya, banyak komunitas yang hanya fokus menyalurkan bantuan ke lokasi-lokasi yang sudah viral di media sosial, sementara daerah lain yang kondisinya tak kalah parah justru terabaikan.
"Beberapa kali kami mencoba mengarahkan ke lokasi lain yang lebih membutuhkan, tapi mereka tetap memilih untuk menyalurkan ke tempat yang sudah viral," jelasnya.
Akibatnya, bantuan yang masuk tidak terdistribusi secara adil.
Keresahan lain yang dirasakan Andja adalah cara korban diperlakukan dalam proses penyaluran bantuan.
Dokumentasi penyaluran donasi dinilai kerap mengabaikan kondisi psikologis korban.
"Kewajiban harus mendokumentasi proses penyaluran donasi yang dalam kondisi bencana saat ini sebenarnya kita harus hati-hati karena korban posisinya sangat fragile,"
"Jangan sampai proses dokumentasi yang dilakukan justru merendahkan martabat korban sebagai manusia," tandasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Warga Aceh Ungkap Harimau Sempat Turun dari Hutan Sebelum Banjir Datang, Ini Penjelasan Ahli soal Satwa Liar yang Punya Insting Akan Terjadi Bencana
Kembali Turun ke Daerah Terisolir Meski Sempat Alami Gangguan Kesehatan, Ferry Irwandi Tegaskan Komitmen Kemanusiaan untuk Korban Banjir Bandang Aceh
Tanamkan Empati Sejak Dini, SDN Lembengan 01 Ledokombo Jember Serahkan Donasi untuk Penyintas Banjir Aceh dan Sumatra
Relawan PMI Jember Ambil Peran dalam Respon Banjir Aceh, 5.000 Liter Air Bersih Disalurkan ke Wilayah Terdampak
Ferry Irwandi Ungkap Gagasannya untuk Mendistribusikan Komoditas Cabai di Aceh ke Jakarta: Over Supply, Harga Makin Turun
Cerita Mengharukan dari Posko Pengungsian Aceh, Pengungsi Banjir Berbagi Makanan kepada Relawan yang Datang Membantu