SketsaNusantara.id – Cabang Olahraga (Cabor) Panjat Tebing Indonesia kembali membuktikan dominasinya di kancah Asia Tenggara pada gelaran SEA Games 2025.
Prestasi membanggakan ditorehkan dengan berhasil merebut 4 medali emas dari total 6 kategori yang dipertandingkan.
Sehingga Panjat Tebing tak pelak berhasil menjadi salah satu lumbung emas utama bagi kontingen Merah Putih.
Prestasi gemilang ini disambut hangat oleh Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid.
Hal itu disampaikan Yenny Wahid dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, setelah Yenny Wahid pulang dari Bangkok Thailand untuk memberikan dukungan penuh terhadap sejumlah atletnya.
"Jadi kami sebetulnya hanya mentargetkan 3 medali, yang pasti target kita 2 emas sebagai target kita dari awal dan satu lagi perak dari lead," ungkap Yenny Wahid.
Baca Juga: Jay Idzes Curi Sorotan di San Siro, Kapten Timnas Indonesia Bawa Sassuolo Raih Poin Berharga
"Tapi ternyata di lead itu kita panen, kita malah dapat 8 medali, 4 emas dari speed dan lead putra putri, dua-duanya dapat emas dan masih tambah bonus 1 perak 1 perunggu dan kemudian 2 perak dari speed jadi totalnya ada 8," imbuhnya.
"Target 3 dapat medali total 8 makanya kemari ini becanda-becanda 'wah ini tidak sesuai skenario'," ungkap putri sulung almarhum Gus Dur tersebut.
Menurut Yenny Wahid, pencapaian ujar biasa tersebut merupakan kebanggan tidak hanya baginya tapi juga bagi negara.
Baca Juga: dr Tirta Rayakan Kemenangan Liverpool dengan Cara Tak Biasa, Leg Day hingga Renang Malam Hari
Apalagi ia mengungkapkan satu fakta bahwa prestasi luar biasa yang berhasil ditorehkan tersebut datang dari para atlet junior yang masih berusia belasan tahun.
"Ini menunjukkan bahwa kita punya banyak stok atlet dari panjat tebing ini," tegasnya lagi.
Artikel Terkait
Persid Jember Berikan Santunan Anak Yatim, Manajer Macan Raung: Doa Mereka Memberikan Ketenangan Bagi Tim
Bungkam Persebo Muda Bondowoso 3 Gol Tanpa Balas, Persid Jember Merangsak Naik ke Puncak Klasemen Grup H Liga 4
Persib Bandung Bersiap Tambah Amunisi Jelang 16 Besar ACL 2, Nama Maarten Paes hingga Joey Pelupessy Mencuat
Nyaris Berujung Bentrok di BRI Super League 2025/26, Yance Sayuri dan Marc Klok Akhirnya Berdamai: Emosi Sesaat yang Ditutup Sportivitas Rekan Timnas
Menuntaskan 30 Kilometer dengan Luka yang Tak Sembuh, Kisah Daudy Yusuf di Trail Siksorogo Jadi Simbol Keteguhan Melawan Batas Diri
Ketika Sepak Bola Melampaui Lapangan, Maarten Paes dan Dean James Berdiri Bersama Korban Bencana di Sumatra