SketsaNusantara.id - Kekalahan Persib Bandung dari Malut United pada laga tunda pekan ke-12 Super League 2025–2026 menyisakan lebih dari sekadar hasil pertandingan.
Usai laga yang digelar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Minggu, 14 Desember 2025, gelandang Persib Bandung, Thom Haye, melontarkan kritik terbuka terhadap kebiasaan buang-buang waktu yang menurutnya masih kerap terjadi dalam pertandingan Liga Indonesia.
Pernyataan Thom Haye tersebut disampaikan sebagaimanan dihimpun SketsaNusantara.id dari unggahan akun Facebook Ngomongin Bola dan langsung menarik perhatian publik sepak bola nasional.
Pemain berpengalaman yang pernah merumput di kompetisi Eropa itu menilai bahwa praktik mengulur waktu tidak hanya merugikan kualitas pertandingan, tetapi juga mencederai esensi sepak bola itu sendiri.
“Saya mau mengatakan sesuatu. Ini bukan hanya satu hari ini saja, tapi juga untuk liganya,” ujar Thom Haye, seperti dikutip dari unggahan tersebut.
Dalam penjelasannya, Thom Haye menyoroti jalannya pertandingan yang dinilai terlalu sering terhenti, terutama pada babak kedua.
Ia menyebut banyak momen di mana permainan tidak berjalan efektif akibat pemain yang tergeletak di lapangan dan situasi lain yang berujung pada pemborosan waktu.
“Sebagai contoh, di laga ini bisa anda lihat berapa lama waktu injury time. Pada babak kedua, berapa lama pertandingan ini terhenti, seperti tim yang unggul di laga ini beberapa kali pemainnya tergeletak di lapangan dan membuang-buang waktu,” kata Haye.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat ritme pertandingan menjadi rusak dan jauh dari standar ideal sebuah kompetisi profesional.
Ia menekankan bahwa kehilangan waktu efektif hingga puluhan menit adalah hal yang tidak seharusnya terjadi dalam sepak bola modern.
“Mungkin kami kehilangan sekitar 20 menit di lapangan. Sebagai pemain, semua ingin bermain sepak bola, memainkan laga bagus,” lanjutnya.